Konten dari Pengguna

Menerapkan Teori Belajar Konstruktivisme dalam Kelas

Zenius Education

Zenius Education

To spark the love of learning in everyone, everywhere, to question everything

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zenius Education tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teori Belajar Konstruktivisme meyakini bahwa pengetahuan dibentuk oleh diri kita sendiri.
zoom-in-whitePerbesar
Teori Belajar Konstruktivisme meyakini bahwa pengetahuan dibentuk oleh diri kita sendiri.

Pernahkah mendengar tentang Teori Belajar Konstruktivisme?

Teori Belajar Konstruktivisme adalah teori yang meyakini bahwa pengetahuan dibentuk oleh diri kita sendiri. Pengetahuan itu dibangun melalui pengalaman yang sudah ada dan dengan mengadaptasi informasi baru.

Ada dua tokoh yang terkenal mengembangkan Teori Belajar Konstruktivisme. Mereka adalah Piaget dan Vygotsky.

Piaget memfokuskan teorinya pada Konstruktivisme Kognitif, di mana pengetahuan seseorang dibangun dengan mempertahankan dan mengubah informasi yang sudah ada sebelumnya berdasarkan struktur kognitif yang dimiliki.

Sementara, Vygotsky menyampaikan tentang Konstruktivisme Sosial yang meyakini bahwa proses belajar anak dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan budaya.

Dalam kelas, guru bisa menerapkan Teori Belajar Konstruktivisme untuk mengembangkan pengetahuan siswa, lho. Bagaimana caranya?

Cara Mengoptimalkan Teori Belajar Konstruktivisme

Tidak hanya sebagai alternatif pembelajaran, Teori Belajar Konstruktivisme bisa membantu siswa untuk lebih aktif dan kreatif karena proses belajarnya tidak berfokus ke guru.

Di teori ini, guru berperan sebagai fasilitator, pemberi umpan balik, dan pengamat proses pembentukan pengetahuan. Jika dilihat ada kegiatan yang kurang sesuai dengan materi atau target pembelajaran, guru bisa mengarahkan siswa agar prosesnya berjalan lancar.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa guru lakukan untuk menerapkan Teori Belajar Konstruktivisme, diantaranya:

  • Mencari tahu apa yang sudah siswa ketahui dan pikiran terkait pelajaran dengan memperbanyak komunikasi.

  • Menciptakan rasa ingin tahu siswa melalui pertanyaan dan penelitian.

  • Memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan ide dan gagasannya.

  • Memahami metode belajar apa yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa.

  • Melibatkan siswa dalam berbagai kegiatan di kelas, seperti diskusi atau presentasi.

Terlepas dari berbagai manfaatnya dalam proses belajar siswa, mengapa Teori Belajar Konstruktivisme ini penting untuk diterapkan? Ingin tahu jawabannya?

Yuk, baca selengkapnya tentang teori Belajar Konstruktivisme di: Teori Belajar Konstruktivisme, Membangun Pengetahuan dari Pengalaman