Konten dari Pengguna

KKNT IPB Perkuat Edukasi Masyarakat lewat Pembentukan Kader Keamanan Pangan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zera Adinata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pelatihan Kader Keamanan Pangan Desa Kalong II oleh Kelompok KKNT Keamanan Pangan IPB University, Dok. Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan Kader Keamanan Pangan Desa Kalong II oleh Kelompok KKNT Keamanan Pangan IPB University, Dok. Pribadi.

BOGOR — Edukasi keamanan pangan di Desa Kalong II, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, diperkuat melalui pembentukan dan pelatihan Kader Keamanan Pangan dalam rangkaian program Kader Pangan Aman dan Siaga (KAPAS) dan Sosialisasi Pangan Aman (SAMPAN). Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026 ini merupakan bagian dari KKNT Keamanan Pangan IPB University kolaborasi IPB × BPOM.

Sebanyak 10 Kader Keamanan Pangan dibentuk dari masyarakat Desa Kalong II. Para kader kemudian mendapatkan pembekalan melalui program KAPAS sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapan masyarakat dalam mengenali serta menerapkan praktik keamanan pangan di lingkungan sehari-hari.

Pelatihan KAPAS dilaksanakan pada 14–25 Juli 2026. Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek dasar keamanan pangan, termasuk sanitasi dan kebersihan, serta praktik mencuci tangan dengan benar. Penyampaian materi tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga mengajak peserta memahami penerapannya dalam aktivitas sehari-hari.

Pembentukan kader menjadi salah satu bagian penting dalam program karena edukasi keamanan pangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan yang dilakukan selama pelaksanaan KKNT. Kader diperkenalkan dengan pengetahuan dan materi yang dapat menjadi bekal untuk mengenali isu keamanan pangan di lingkungan masyarakat.

“Kader Keamanan Pangan Desa ini ditunjuk sebagai penggerak perubahan perilaku keamanan pangan yang harapannya dapat meneruskan amanah dan keberlanjutan program kami baik kepada masyarakat, sekolah, hingga keluarga mereka masing-masing,” ujar Surya anggota KKNT Keamanan Pangan IPB University.

Setelah pelatihan kader, rangkaian program dilanjutkan melalui SAMPAN pada 29 Juli–10 Agustus 2026. Program tersebut memperluas edukasi keamanan pangan kepada masyarakat melalui beberapa sasaran, termasuk lingkungan sekolah dan kegiatan Posyandu.

Di lingkungan sekolah, edukasi diberikan kepada siswa kelas 4–6 di SDN Kalong 4 dan SDIT Khoiru Ummah. Materi keamanan pangan dikemas melalui permainan, media edukasi, serta praktik sederhana agar siswa dapat memahami pentingnya menjaga keamanan pangan dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan.

Sementara itu, edukasi melalui kegiatan Posyandu Desa Kalong II menyasar ibu-ibu. Materi yang diberikan berkaitan dengan penerapan keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari, gizi seimbang, juga termasuk kebersihan dan praktik yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga.

Keguatan Edukasi Keamanan Pangan oleh Kader Desa Kalong II di Posyandu Flamboyan X, Dok. Pribadi.

Pendekatan edukasi yang berbeda digunakan berdasarkan karakteristik sasaran. Siswa sekolah diajak belajar melalui aktivitas interaktif, sedangkan edukasi kepada ibu-ibu Posyandu lebih diarahkan pada penerapan keamanan pangan dalam aktivitas rumah tangga.

Rangkaian kegiatan di sekolah juga menghasilkan delapan Duta Keamanan Pangan yang dipilih dari siswa kelas 6 SDIT Khoiru Ummah. Pemilihan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan peran siswa dalam mendukung kebiasaan pangan aman di lingkungan sekolah.

Melalui KAPAS dan SAMPAN, KKNT Keamanan Pangan IPB University tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat melalui pembentukan Kader Keamanan Pangan. Kegiatan tersebut sekaligus memperluas penyampaian informasi kepada anak-anak dan keluarga melalui lingkungan sekolah dan Posyandu.

Rangkaian program ini menjadi bagian dari pelaksanaan KKNT Keamanan Pangan IPB University kolaborasi IPB × BPOM di Desa Kalong II selama Juli–Agustus 2026. Pembentukan kader dan pelaksanaan edukasi di berbagai lingkungan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan pangan dalam kehidupan sehari-hari.