A Positive Mindset, A Better You

Zervia merupakan lulusan SMAN 8 Kota Tangerang Selatan
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Zervia Mariarta tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernahkah kita menghadapi masalah yang sama dengan orang lain, namun memberikan respons yang berbeda? Ketika gagal mencapai sesuatu, sebagian orang memilih menyerah, sementara yang lain mencoba mengevaluasi diri dan mencari solusi. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pengalaman tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang terjadi, tetapi juga oleh bagaimana kita memaknai dan meresponsnya.
Kita memang tidak selalu dapat mengendalikan keadaan. Kegagalan, kritik, kehilangan kesempatan, dan perubahan yang tidak direncanakan merupakan bagian dari kehidupan. Namun, kita dapat belajar mengelola cara berpikir agar tidak terjebak dalam kekecewaan dan tetap mampu menentukan langkah berikutnya. Dari sinilah proses bertumbuh dimulai.

Cara Berpikir Memengaruhi Cara Kita Bersikap
Ketika menerima kritik, misalnya, kita bisa menganggapnya sebagai serangan terhadap kemampuan diri. Kita kemudian bersikap defensif, menolak masukan, atau meragukan diri sendiri. Sebaliknya, kita dapat mencoba memahami kritik tersebut, memilah masukan yang relevan, dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi.
Dalam psikologi, kemampuan menafsirkan kembali situasi untuk mengelola respons emosional dikenal sebagai cognitive reappraisal. Penelitian oleh Stover et al. (2024) menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kemampuan melakukan penilaian ulang kognitif dan resiliensi, dengan korelasi sebesar 0,47.
Temuan ini menunjukkan bahwa cara kita memaknai pengalaman berkaitan dengan kemampuan menghadapi kesulitan. Meski demikian, hubungan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa perubahan pola pikir menjadi satu-satunya penyebab seseorang lebih tangguh.
Berpikir positif bukan berarti memaksakan diri untuk selalu bahagia. Kita tetap boleh kecewa, sedih, atau takut. Hal yang perlu dilatih adalah bagaimana kita mengelola dan menghadapi beragam emosi tersebut.
Kesalahan Bukan Akhir dari Proses
Cara berpikir juga menentukan bagaimana kita memandang kemampuan diri. Jika kegagalan dianggap sebagai bukti bahwa kita tidak cukup baik, kita mungkin enggan mencoba kembali. Namun, jika kegagalan dipandang sebagai kesempatan untuk mengevaluasi strategi, kita memiliki ruang untuk belajar dan berkembang.
Gagasan ini berkaitan dengan growth mindset, yaitu pandangan bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui proses belajar, latihan, dan strategi yang tepat. Seseorang dengan pola pikir ini tidak harus selalu berhasil, melainkan bersedia mengakui kekurangan dan berusaha memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Namun, penting untuk memahami bahwa pola pikir bukan jaminan kesuksesan (Macnamara & Burgoyne, 2023). Perkembangan juga membutuhkan usaha, kemampuan, kesempatan, dukungan, dan lingkungan yang memadai. Pola pikir yang baik bukan pengganti tindakan, melainkan salah satu bekal untuk menentukan tindakan yang lebih tepat.
Melatih Diri untuk Merespons dengan Lebih Baik
Lalu, bagaimana kita dapat mulai bertumbuh dari cara berpikir?
Kita dapat memulainya dengan membiasakan diri memisahkan fakta dari asumsi. Ketika menghadapi masalah, cobalah bertanya: apa yang sebenarnya terjadi, apa yang masih bisa saya kendalikan, dan langkah apa yang dapat saya ambil? Pertanyaan sederhana ini membantu kita melihat persoalan secara lebih jernih daripada terburu-buru menyimpulkan bahwa semuanya akan berakhir buruk.
Kita juga perlu belajar menerima masukan tanpa langsung merasa direndahkan, mengakui kesalahan tanpa kehilangan penghargaan terhadap diri sendiri, serta meminta bantuan ketika masalah memang tidak dapat dihadapi seorang diri. Tidak semua keadaan bisa diubah melalui pola pikir. Sebagian persoalan membutuhkan dukungan orang lain, sumber daya, atau perubahan lingkungan.
Kita mungkin tidak dapat memilih semua hal yang terjadi dalam hidup. Namun, kita dapat terus melatih cara memandangnya dan menentukan apa yang akan dilakukan setelahnya. Sebab, kualitas diri tidak terbentuk hanya dari apa yang kita alami, tetapi juga dari bagaimana kita memilih untuk meresponsnya.
