LANGKAH KECIL PEDULI LINGKUNGAN : DARI MAHASISWA UNTUK MASYARAKAT

Saya mahasiswa semester 5 di Universitas Aisiyah Yogyakarta jurusan Ilmu Komunikasi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Zeta Izzatul Mahya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Yogyakarta- Sabtu, 5 Juli 2025 menjadi momen spesial bagi anak-anak di Panti dan Pondok Pesantren Khodijah. Suara tawa yang terdengar bersahutan di halaman panti dan pondok pagi itu menjadi tanda keantusiasan mereka : belajar menyelamatkan bumi dengan tangan kecil dan semangat besar. Kegiatan ini didampingi langsung oleh mahasiswa Universitas Aisyiyah Yogyakarta sejak pukul 08.30 hingga 10.30 WIB.

Kegiatan yang mengusung konsep aksi hijau ini dimulai dengan edukasi seputar pentingnya menjaga lingkungan dan pengolahan sampah. Anak-anak diajak memahami bahwa barang bekas tidak selalu menjadi limbah tak berguna. Terkadang dengan ide kreatif, apa yang terlihat tak berguna bisa menjadi berharga dengan nilai jual yang tinggi.
Dengan memanfaatkan barang seperti botol atau galon bekas misalnya, kita bisa menyulap barang yang tidak berguna menjadi tempat pensil dan pot bunga yang estetis dan bermanfaat. Ini hanya perlu sentuhan tangan untuk membuatnya lebih indah dab bernilai.
Tidak berhenti sampai di situ, kegiatan hijau ini juga melakukan aksi penanaman pohon di area sekitar panti dan pesantren. Sebanyak enam tanaman hias, terdiri dari tiga pucuk merah dan tiga janda bolong, ditanam bersama-sama. Anak-anak belajar langsung cara menggali tanah, menanam, dan menyiram tanaman. Proses yang mengajarkan mereka keterampilan praktis sekaligus nilai tanggung jawab terhadap alam. Menjadi nilai utama untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya pohon sebagai paru-paru dunia sedari mereka kecil.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga merasakan langsung bagaimana menjadi bagian dari perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” ujar salah satu pendamping kegiatan.
Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan ini juga menjadi sarana membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Aksi daur ulang dan penanaman pohon diharapkan menjadi awal dari kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga bumi, khususnya di lingkungan pendidikan seperti panti dan pesantren.
Pihak Panti dan Pesantren Khodijah menyampaikan rasa senangnya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat senang dan bersyukur atas kegiatan ini. Anak-anak terlihat antusias dan belajar banyak hal baru. Semoga ini bisa menjadi kebiasaan baik yang terus dibawa sampai mereka dewasa,” ujar Alex Wiyono, pengelola Panti dan Pesantren Khodijah.
Kegiatan di Panti dan Pondok Pesantren Khodijah ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan tidak harus rumit atau berskala besar. Justru dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan hati dan semangat bersama, perubahan bisa dimulai. Dengan mengajarkan cinta lingkungan sejak dini, anak-anak dibekali bukan hanya pengetahuan, tapi juga kesadaran untuk menjadi bagian dari solusi atas permasalahan bumi. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain dalam membangun generasi yang hijau dan peduli. Melalui pengalaman langsung, generasi muda dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang membawa semangat keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
