Etomidate: Mengenal Obat Anestesi yang Masuk ke Cairan Vape

Mahasiswa Universitas Pamulang
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Zaky Firmansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Etomidate merupakan obat anestesi yang digunakan dalam dunia medis dengan pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaannya dalam cairan vape menjadi perhatian karena berbeda dari penggunaan medis yang semestinya.
Etomidate Kembali Dibicarakan, Apa Sebenarnya Zat Ini?
Nama etomidate kembali menjadi perhatian publik setelah pemberitaan pada September 2026 mengenai seorang pengguna vape yang ditemukan menggunakan cairan mengandung zat tersebut dan kemudian diarahkan untuk menjalani rehabilitasi. Pemberitaan tersebut menjadi salah satu perkembangan terbaru terkait peredaran vape yang mengandung etomidate di Indonesia.
Namun, pembahasan mengenai etomidate tidak harus berhenti pada kasus seseorang. Ada hal yang lebih penting untuk dipahami masyarakat, yaitu apa sebenarnya etomidate dan mengapa zat yang dikenal sebagai obat dalam dunia medis dapat ditemukan dalam cairan vape?
Etomidate pada dasarnya merupakan obat anestesi kerja sangat singkat yang digunakan untuk membantu proses induksi anestesi atau tindakan medis tertentu. Dalam penggunaan medis, etomidate diberikan melalui injeksi intravena, bukan melalui rokok elektrik. Penggunaannya dilakukan dengan pengawasan tenaga kesehatan karena obat ini memengaruhi sistem saraf pusat.
Etomidate Sebenarnya Digunakan untuk Apa?
Dalam dunia kedokteran, etomidate memiliki fungsi yang berbeda dari anggapan bahwa zat tersebut merupakan sekadar bahan yang memberikan sensasi tertentu. Etomidate merupakan obat hipnotik atau anestesi yang dapat digunakan untuk induksi anestesi umum dan prosedur medis tertentu, termasuk dalam kondisi yang membutuhkan tindakan cepat.
Cara kerja etomidate berkaitan dengan reseptor GABA-A di sistem saraf pusat. Efeknya membuat aktivitas sistem saraf menjadi lebih terhambat sehingga dapat menghasilkan efek hipnotik atau sedasi. Karena itu, etomidate digunakan dalam konteks medis dengan dosis dan cara pemberian yang dikendalikan.
Hal ini penting dibedakan dari penggunaannya melalui vape. Etomidate yang digunakan sebagai obat di rumah sakit tidak berarti etomidate aman digunakan dengan cara lain. Rute pemberian, dosis, kondisi pasien, serta pemantauan medis merupakan bagian penting dari keamanan suatu obat.
Mengapa Etomidate dalam Vape Perlu Diwaspadai?
Perhatian terhadap etomidate dalam vape sebenarnya bukan hal yang baru di Indonesia. Pada Januari 2026, BNN mengungkap jaringan peredaran narkotika yang menggunakan liquid vape sebagai salah satu media penyamaran. BNN juga melaporkan adanya bahan yang mengandung etomidate dalam pengungkapan tersebut.
BNN kemudian membahas fenomena tersebut dalam forum lintas sektor pada Februari 2026. Dalam forum tersebut, penggunaan vape yang terindikasi mengandung etomidate disebut sebagai salah satu bentuk baru penyalahgunaan zat yang perlu mendapatkan perhatian.
BPOM juga menyoroti perkembangan zat berbahaya yang dapat disamarkan dalam produk yang terlihat seperti produk konsumsi biasa. Menurut BPOM, perubahan pola penyalahgunaan zat membuat pengawasan dan edukasi kepada masyarakat menjadi semakin penting.
Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar mengenai vape, tetapi juga mengenai zat yang terdapat di dalam cairan tersebut. Produk yang terlihat seperti cairan vape biasa belum tentu memiliki kandungan yang sesuai dengan peruntukannya.
Apa Risiko Etomidate bagi Tubuh?
Etomidate bukan obat yang dapat digunakan secara bebas. Dalam penggunaan medis pun, obat ini memiliki efek samping yang perlu diperhatikan. Salah satu efek yang paling khas adalah kemampuannya menekan sementara produksi hormon steroid pada kelenjar adrenal dengan menghambat enzim yang berperan dalam pembentukan kortisol.
Penggunaan etomidate juga dapat menimbulkan beberapa efek seperti gerakan otot yang tidak terkendali atau myoclonus, mual, dan muntah. Karena itu, pemberian obat ini dilakukan dalam kondisi yang memungkinkan tenaga medis memantau pasien.
Yang perlu diperhatikan, penggunaan etomidate melalui vape tidak dapat disamakan dengan penggunaan etomidate secara medis. Penelitian mengenai etomidate sebagai obat terutama berkaitan dengan penggunaan melalui jalur intravena dalam pengaturan klinis. Sementara itu, produk vape ilegal dapat memiliki kandungan, konsentrasi, dan cara paparan yang tidak terkontrol.
Karena itu, masyarakat tidak seharusnya menganggap bahwa suatu zat aman digunakan hanya karena zat tersebut memiliki fungsi medis.
Etomidate Bukan “Vape Biasa”
Salah satu persoalan dalam perkembangan penyalahgunaan zat adalah kemunculannya dalam bentuk yang terlihat familiar. Vape sendiri merupakan perangkat yang sudah dikenal luas, sehingga cairan yang dimasukkan ke dalamnya dapat dianggap sebagai liquid biasa.
Padahal, BNN telah mengingatkan bahwa rokok elektrik dapat disalahgunakan sebagai media peredaran zat berbahaya. Pada 2026, BNN bahkan mengungkap kasus laboratorium tersembunyi yang memproduksi cairan vape mengandung etomidate.
BPOM juga mencatat bahwa penyalahgunaan etomidate dalam cairan vape menjadi perhatian dalam pengawasan produk dan perlindungan masyarakat. Balai POM di Bima, misalnya, pada Juli 2026 menekankan bahwa etomidate merupakan obat anestesi yang seharusnya digunakan dalam tindakan medis dengan pengawasan tenaga kesehatan.
Artinya, edukasi mengenai etomidate penting agar masyarakat mampu membedakan antara obat yang digunakan untuk kepentingan medis dan zat yang disalahgunakan di luar tujuan medis.
Mengapa Edukasi Lebih Penting daripada Sekadar Menghakimi?
Pemberitaan mengenai penggunaan zat terlarang sering kali membuat perhatian publik terpusat pada siapa yang menggunakan. Padahal, dari sisi pencegahan, pemahaman mengenai zat tersebut juga tidak kalah penting.
Seseorang yang pernah menggunakan suatu zat membutuhkan informasi mengenai risiko kesehatan, akses terhadap bantuan, serta penanganan yang sesuai. Pendekatan yang hanya memberikan stigma dapat membuat persoalan kesehatan dan penyalahgunaan zat menjadi lebih sulit dibicarakan secara terbuka.
Karena itu, masyarakat, terutama generasi muda, perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai zat-zat yang mulai muncul dalam bentuk baru. Mengetahui apa itu etomidate bukan berarti mengajarkan penggunaannya, melainkan membantu seseorang mengenali risiko sebelum mengambil keputusan yang dapat membahayakan dirinya.
Pendekatan edukasi juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap perkembangan penyalahgunaan zat melalui rokok elektronik. BNN dan BPOM telah melakukan berbagai upaya pengawasan dan penyebaran informasi mengenai risiko zat berbahaya yang dapat masuk melalui vape.
Kenali Kandungan Sebelum Menggunakannya
Perkembangan teknologi membuat bentuk penyalahgunaan zat juga dapat berubah. Cairan vape, misalnya, tidak selalu dapat dinilai hanya dari bentuk, kemasan, rasa, atau cara penggunaannya.
Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati terhadap produk yang sumber dan kandungannya tidak jelas. Jangan menganggap suatu zat aman hanya karena dikemas seperti produk yang sudah dikenal atau karena diklaim memberikan efek tertentu.
Dalam konteks etomidate, informasi paling penting adalah bahwa zat tersebut memiliki fungsi medis yang spesifik dan penggunaannya membutuhkan pengawasan tenaga kesehatan. Menggunakannya di luar tujuan medis, terlebih melalui cairan vape yang tidak terjamin kandungannya, memiliki risiko yang berbeda dan tidak dapat dianggap sebagai penggunaan obat biasa.
Kesimpulan
Kasus vape yang mengandung etomidate kembali mengingatkan masyarakat bahwa penyalahgunaan zat dapat muncul dalam bentuk yang semakin beragam. Namun, pembahasan mengenai fenomena tersebut tidak harus berfokus pada individu yang terlibat.
Etomidate merupakan obat anestesi yang dalam praktik medis diberikan secara intravena dan digunakan dengan pengawasan tenaga kesehatan. Obat ini memiliki efek terhadap sistem saraf dan dapat memengaruhi produksi hormon adrenal sehingga penggunaannya membutuhkan pertimbangan medis.
Di tengah berkembangnya penggunaan vape sebagai media penyalahgunaan zat, edukasi menjadi bagian penting dari pencegahan. Dengan memahami apa itu etomidate dan mengapa penggunaannya tidak boleh sembarangan, masyarakat dapat lebih waspada terhadap produk dengan kandungan yang tidak jelas tanpa harus memberikan stigma kepada orang yang membutuhkan bantuan.
