Wanita dan Ambisi: Mengapa Masih Ditakuti?

Mahasiswi S1 Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Airlangga
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Zhahirah Amany Imam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika Anda membaca judul di atas, kemungkinan besar, Anda sudah memiliki beberapa prasangka di benak Anda. "Wanita dan ambisi," apa yang begitu kontroversial tentangnya? Mengapa masyarakat kita masih merasa 'takut' terhadap konsep ini?
Bukankah kita sudah berada di era emansipasi wanita, di mana kesetaraan gender dan hak-hak wanita telah diakui? Memang, kita telah melangkah jauh, namun stigma terhadap wanita ambisius masih sangat kuat dan nyata.
Ada sebuah kutipan menarik dari Sheryl Sandberg, COO Facebook, yang mengatakan, "Dalam lingkungan profesional, masih banyak yang merasa tidak nyaman ketika seorang wanita menunjukkan ambisi. Mereka merasa bahwa wanita harus lebih rendah hati, lebih kalem," kita perlu menanyakan diri kita sendiri, mengapa hal ini masih terjadi?
Mengapa wanita yang berambisi seringkali disalahpahami atau dicap negatif? Masyarakat kita sering kali merasa terancam ketika wanita menunjukkan sifat atau perilaku yang secara tradisional dianggap 'maskulin' seperti kekuasaan, keberanian, dan ambisi.
Sebuah studi dari Harvard Business School pada 2018 mengungkapkan bahwa wanita yang menunjukkan ambisi atau keinginan kuat untuk mencapai posisi tinggi di tempat kerja, cenderung dipandang negatif dibandingkan pria yang memiliki ambisi yang sama. Ini menunjukkan adanya prasangka gender yang masih kuat di masyarakat kita.
Kutipan dari Madeleine Albright, mantan Sekretaris Negara AS, mengungkapkan dengan tajam, "Ada tempat khusus di neraka untuk wanita yang tidak membantu wanita lainnya." artinya, wanita perlu saling mendukung satu sama lain, bukan meremehkan atau mengecilkan ambisi wanita lain.
Menurut saya, kita perlu meredefinisi pandangan kita terhadap 'ambisi' dalam konteks wanita. Ambisi bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti atau dihindari, tetapi sesuatu yang harus dirayakan dan didorong. Wanita yang berambisi mampu memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan dunia.
Wanita memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan berambisi, sama seperti pria. Untuk mengutip kata-kata dari Hillary Clinton, "Jangan pernah meragukan bahwa Anda berharga dan kuat dan layak mendapatkan setiap kesempatan di dunia untuk mengejar dan mencapai impian Anda."
Jadi, mengapa masyarakat kita masih 'takut' terhadap wanita yang berambisi? Mungkin karena kita masih belum sepenuhnya menerima dan memahami konsep kesetaraan gender. Mungkin juga karena kita masih terjebak dalam stereotip dan norma-norma gender kuno yang sudah ketinggalan zaman.
Kita perlu berusaha lebih keras untuk mengubah pandangan kita, untuk merayakan dan mendukung wanita ambisius di sekitar kita, bukan merasa takut atau terancam. Wanita dan ambisi bukanlah konsep yang saling bertentangan, tetapi justru harus saling melengkapi dan diperkuat.
Mari kita belajar untuk memahami bahwa ambisi, terlepas dari gender, adalah sesuatu yang alami dan sehat. Ambisi adalah dorongan untuk mencapai lebih, dorongan untuk berbuat lebih baik, dorongan untuk membuat perubahan. Kita harus melihat ambisi sebagai bukti keberanian dan tekad, bukan sebagai ancaman atau alasan untuk meremehkan seseorang.
Apakah kita benar-benar percaya bahwa wanita memiliki potensi yang sama untuk sukses seperti pria? Jika jawabannya ya, maka mengapa kita masih mencoba menekan ambisi mereka? Mengapa kita masih takut ketika wanita menunjukkan keberanian dan tekad?
Studi yang telah saya sebutkan sebelumnya juga menunjukkan bahwa wanita yang berhasil seringkali dianggap kurang "likeable". Ini adalah sebuah ironi dan paradoks yang harus kita ubah. Kita harus mulai merayakan dan menghargai wanita yang sukses, bukan meremehkan atau merasa terancam oleh mereka.
Dalam perjalanan menuju kesetaraan gender, kita harus menghancurkan stereotip dan bias yang ada, termasuk bias terhadap wanita yang berambisi.
Seperti yang diungkapkan oleh Michelle Obama, "Tidak ada batas untuk apa yang kita, sebagai wanita, dapat mencapai." Maka, jangan kita batasi kemampuan wanita hanya karena rasa takut yang tidak berdasar.
Mungkin saatnya kita bertanya pada diri kita sendiri, apa yang benar-benar membuat kita takut? Apakah kita takut pada perubahan? Atau, apakah kita takut pada wanita yang berambisi? Mari kita hadapi rasa takut itu dan berubah menjadi lebih baik.
Untuk semua wanita di luar sana, jangan pernah merasa harus meredam ambisi Anda. Ambisi Anda adalah bukti kekuatan dan keberanian Anda. Jangan biarkan siapa pun meremehkan Anda atau membuat Anda merasa kurang karena Anda memiliki impian dan tujuan yang besar.
Anda berharga, Anda kuat, dan Anda pantas mengejar semua impian Anda. Ambisi Anda bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi sesuatu yang harus dirayakan dan didorong.
Dan kepada masyarakat, jangan takut pada wanita yang berambisi. Sebaliknya, dukung dan dorong mereka. Karena ketika wanita berhasil, kita semua berhasil.
