Ketagihan Financial Planning Syariah

saya seorang mahasiswi Universitas Pamulang Jurusan Ekonomi syariah Fakultas Agama Islam
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zhika Ramadani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pernah merasa uang saku atau penghasilan bulanan selalu cepat habis tanpa bekas? Hal itu yang sempat bikin aku cemas beberapa waktu lalu. Setiap kali ada uang masuk, rasanya cuma "numpang lewat". Rasa cemas soal masa depan finansial terus membayangi, sampai akhirnya aku sadar kalau aku butuh sistem pengelolaan uang yang lebih jelas dan menenangkan.
Awalnya, aku tidak berniat muluk-muluk. Aku hanya mencari cara agar keuangan pribadi bisa lebih teratur tanpa rasa khawatir. Dari hasil membaca artikel dan berdiskusi, perhatianku tertuju pada konsep financial planning berbasis syariah. Niat awalnya murni sederhana, yaitu mencari ketenangan jiwa dalam mengelola uang.
Langkah pertama yang aku lakukan adalah merapikan arus kas. Aku mulai memisahkan rekening untuk kebutuhan harian, dana darurat, dan tabungan. Dalam prinsip keuangan syariah, hal mendasar yang sangat ditekankan adalah kejelasan akad dan kehalalan instrumen yang digunakan. Aku mulai memindahkan porsi tabungan ke bank syariah dan menghindari transaksi yang berisiko riba.
Selain itu, aku menerapkan pembagian dana yang lebih terstruktur:
40% Kebutuhan Pokok: Untuk makan, transportasi, dan kebutuhan harian.
30% Keinginan: Agar tetap bisa menikmati hobi tanpa berlebihan.
20% Tabungan & Investasi: Disimpan pada instrumen syariah yang aman.
10% Kebaikan: Menyisihkan porsi untuk zakat, infak, atau sedekah.
Setelah berjalan beberapa bulan, efek yang aku rasakan ternyata luar biasa. Bukan cuma kondisi keuangan yang jadi lebih teratur, tapi ada rasa tenang yang hadir. Mengelola uang secara syariah membuatku tidak mudah tergiur belanja konsumtif.
Ternyata, menerapkan financial planning syariah bukan sekadar hitungan angka, melainkan soal rasa cukup dan ketenangan hati. Dari yang tadinya cuma coba-coba, sekarang aku malah ketagihan untuk terus konsisten menerapkannya.
