Entertainment
·
10 Juli 2021 13:14

Musikalitas DAY6: Antara Teknik dan Teknologi

Konten ini diproduksi oleh Zikra Mulia Irawati
Grup musik asal Korea Selatan terkenal dengan paras rupawan, tarian energik, atau suara merdu sejak generasi pertamanya pada tahun 90-an. Di balik semua itu, beberapa anggotanya juga memiliki keahlian memproduksi karya sendiri. Kontribusi produksi tersebut dapat berupa lirik, aransemen, atau komposisi. Para penggemar dapat mengetahuinya dengan melihat bagian kredit yang terdapat pada album fisik.
ADVERTISEMENT

DAY6 yang Multitalenta Sejak "Day 1"

Musikalitas DAY6: Antara Teknik dan Teknologi (163417)
searchPerbesar
DAY6 pada mini album The Book of Us: Negentropy - Chaos swallowed up in love. (Foto: Official DAY6)
Salah satu grup yang melakukan produksi mandiri untuk karyanya adalah DAY6. Band besutan JYP Entertainment ini memiliki lima anggota, yaitu Sungjin (rhythm guitarist), Jae (lead guitarist), Young K (bassist), Wonpil (keyboardist/synthesizer), dan Dowoon (drummer). Tak seperti grup band pada umumnya, kelima anggota juga menjadi vokalis. Kembali lagi ke persoalan produksi mandiri, seluruh anggota turut berkontribusi dalam komposisi, aransemen, hingga penulisan lirik sejak album pertamanya.
Musikalitas DAY6: Antara Teknik dan Teknologi (163418)
searchPerbesar
Cuplikan Christ Lukita saat memberikan reaksi untuk DAY6 - Lean on me. (Foto: Dok. Pribadi)
Sound engineer asal Indonesia, Christ Lukita, kerap mengapresiasi musikalitas DAY6 di kanal YouTube-nya. Pada beberapa video reaksinya, ia kedapatan menyebut bahwa DAY6 adalah band yang "sakti".

"Mereka oke banget. Aransemennya mahal banget. Karena kalo ngomongin aransemen, guys, gimana caranya orang itu buat aransemen biar orang enggak bosen, liriknya tersampaikan dengan notasi-notasi yang digabungin melalui gitar, bass, drum. Itu menurut gua ya... susah. Susah banget, guys. Kalo memainkannya, mungkin semua orang—beberapa—pada bisa mungkin," ujar lelaki yang lekat dengan tagline "Ceplok!" itu saat memberikan reaksi untuk lagu "Lean on me".

ADVERTISEMENT

Realita di Dapur Produksi

Pada acara radio Naver NOW "Jukjae's Midnight Workroom" episode 28 September 2020, DAY6 yang diwakili Young K, Wonpil, dan Dowoon membicarakan proses produksi musik mereka. Wonpil berbagi kisahnya saat memproduksi lagu "Like That Sun" yang terdapat di album pertama DAY6, The Day. Karena saat itu masih pemula, ia mengaku butuh waktu yang lama untuk mengerjakannya.
Cerita ini kemudian disambung Young K dengan membeberkan betapa detailnya Wonpil saat menggarap lagu.

"Wonpil benar-benar banyak mendengarkan untuk tiap bagian. Saya kira dia mendengarkan 1 detik (bagian lagu tersebut) selama 30 kali. Sebagai contoh pada bagian fill in (pengisian detail). Saya pikir itu (bahkan) lebih dari 30 kali, mungkin bisa 100 kali."

ADVERTISEMENT
Wonpil lalu bercerita bahwa ia pun pernah berada di fase belajar dari tutorial YouTube dan merasa kesulitan untuk menemukan bunyi yang pas. Seiring dengan perkembangan teknologi, ia kemudian terbantu dengan kehadiran Splice, platform kolaborasi dan kreasi musik berbasis cloud dari New York, Amerika Serikat. Sang tuan rumah, penyanyi dan gitaris Jukjae, sepakat akan hal ini.

"Splice harus mendapatkan penghargaan karena pekerjaannya. ... Itu adalah situs web yang luar biasa. Itu menaungi sampel-sampel (bunyi) dalam jumlah yang besar. Sekarang rasanya hampir mustahil untuk memproduksi lagu tanpa menggunakan perpustakaan milik Splice," papar Jukjae.

Wonpil melanjutkan, ia tetap masih memproduksi lagu secara manual menggunakan MIDI (music instrument digital interface). Namun, ia tak melakukannya jika berada di tengah masa promosi. Selain karena sifat telitinya, ia merasakan bahwa itu benar-benar sulit bahkan hanya dengan melihat tim produser dan sound engineer mengerjakannya.
ADVERTISEMENT
Untuk ketukan, Dowoon mengungkapkan bahwa itu dibuat secara manual dan digital. Walaupun telah berpengalaman menabuh drum di berbagai pertunjukan besar, ia mengaku kurang percaya diri saat membuat ketukan secara manual.

"Saya pikir itu (membuat ketukan secara digital) lebih baik daripada merekam permainan ketukan saya. Jika saya merekam permainan saya sendiri, para kakak (tim produser) akan menghabiskan waktu sepanjang hari untuk mengeditnya. Kemudian mereka mengirimkan versi asli dan yang sudah diedit. Saya membandingkan keduanya dan merasa malu," ungkap drummer asal Kota Busan itu.

Namun, Young K menanggapinya dengan bertanya, "Bukankah hal itu yang membuat kemampuanmu meningkat?" Wonpil pun mengiyakannya dengan mengatakan bahwa Dowoon benar-benar telah banyak mengalami peningkatan.

Band Paket Lengkap

Hal yang membuat DAY6 kian menjadi "paket lengkap" adalah aksi panggung dan diskografinya yang apik. Hal ini diakui Christ Lukita masih pada video reaksi lagu "Lean on me". Dengan menggebu, sound engineer yang juga pernah menjadi anak band itu mengatakan,
ADVERTISEMENT

"Serius, guys. Gua pusing, guys. Gua denger aransemen mereka, sih. Ini gila! Gua pusing. Vokal-vokal mereka yang matengnya bukan main, guys. Haduh, gila, sih! Kalo misalkan kalian nonton konser, ini kalo misalkan tiketnya mahal, worth it banget, sih, menurut gua. Sangat worth it nyaksiin mereka, dengan gaya panggung mereka yang seperti itu. Ini anak band banget, sih."

Zikra Mulia Irawati
Politeknik Negeri Jakarta