Resek di Awal, Belum Tentu Resek di Akhir: Resign! Drama Kantor Yang Ada Saja

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Zirlyfera Sekarkinasih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penulis: Almira Bastari
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2018
Genre: Metropop, komedi romantis
Jumlah Halaman: 288 halaman
Ada kalanya sebuah novel tidak perlu memiliki cerita yang terlalu berat untuk membuat saya betah membacanya. Salah satunya Resign! karya Almira Bastari. Novel yang terbit pada 2018 ini mengangkat kehidupan dunia kerja dengan bumbu komedi dan romansa. Bagi saya, daya tariknya justru muncul dari hal-hal sederhana seperti percakapan antarkarakter, suasana kantor, dan tingkah para tokohnya yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Resign! bercerita tentang Alranita atau Rara, seorang karyawan di perusahaan konsultan. Ia bersama Carlo, Karenina, dan Andre yang tergabung dalam “geng cungpret” menghadapi berbagai persoalan di tempat kerja. Mereka bahkan memiliki taruhan tentang siapa yang lebih dulu berhasil mengundurkan diri dari pekerjaan. Namun, keinginan untuk resign ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena ada Tigran, atasan mereka yang dikenal cukup galak dan menyebalkan.
Dari sinilah cerita menjadi menarik. Bagi Alranita, Tigran pada awalnya bukanlah sosok atasan yang menyenangkan. Ia sering memberikan banyak pekerjaan kepada Alranita sehingga membuatnya semakin kesal. Namun, semakin sering keduanya berinteraksi, semakin terlihat bahwa Tigran tidak sesederhana sosok bos galak yang selama ini dipikirkan. Nah justru bagian inilah yang membuat saya penasaran.
Saya cukup menyukai karakter Tigran karena menurut saya, ia sebenarnya bukan sosok yang benar-benar jahat. Sikap tegasnya masih bisa dilihat sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang atasan. Cara Tigran memperlakukan Alranita juga terasa berbeda. Kalau dilihat dari sudut pandang Alranita, banyaknya pekerjaan yang diberikan Tigran memang terlihat seperti bentuk kekesalan atau keisengan. Namun, ternyata ada alasan lain di balik perlakuan tersebut.
Saya juga menikmati bagian komedinya. Banyak celetukan dan interaksi antartokoh yang terasa spontan sehingga beberapa kali membuat saya tersenyum bahkan tertawa sendiri saat membaca. Geng cungpret juga menjadi salah satu bagian yang saya sukai karena kehadiran mereka membuat suasana kantor terasa lebih hidup. Di tengah pekerjaan dan persaingan yang biasanya identik dengan suasana serius, mereka justru membuat cerita terasa lebih santai.
Menurut saya, hal tersebut menjadi salah satu kekuatan Resign!. Ceritanya tidak hanya berfokus pada hubungan Alranita dan Tigran, tetapi juga memperlihatkan hubungan pertemanan dan kehidupan mereka sebagai pekerja. Interaksi para tokohnya membuat saya merasa seperti sedang melihat sekumpulan teman kerja yang bisa membuat suasana kantor tidak terlalu tegang.
Selain komedi, hubungan Alranita dan Tigran juga menjadi bagian yang membuat saya ingin terus membaca. Pada awalnya, Alranita sangat tidak menyukai Tigran. Namun, karena mereka sering bertemu dan berinteraksi, perlahan muncul perubahan dalam hubungan keduanya. Menariknya, Tigran selalu punya cara yang tak terduga untuk membuat Alranita luluh kepadanya, bagian tersebut yang membuat pembaca penasaran dengan arah hubungan mereka.
Bahasa yang digunakan Almira Bastari juga menjadi alasan saya nyaman membaca novel ini. Gaya bahasanya ringan dan mudah dipahami, seperti percakapan sehari-hari. Ceritanya tidak terasa kaku sehingga saya bisa mengikuti alurnya dengan santai. Menurut saya, penggunaan bahasa seperti ini juga cocok dengan latar cerita yang banyak membahas kehidupan pekerja kantoran.
Meski begitu, bukan berarti Resign! tidak memiliki kekurangan. Sejauh bagian yang saya baca, perubahan sikap Alranita terhadap Tigran terasa sedikit tiba-tiba. Di awal cerita, Alranita terlihat sangat tidak menyukai atasannya tersebut. Namun, ketika hubungan mereka mulai berubah, saya merasa proses perubahan perasaannya masih bisa dibuat lebih bertahap agar terasa lebih natural.
Walaupun begitu, hal tersebut tidak sampai membuat saya kehilangan minat untuk melanjutkan cerita. Justru hubungan Alranita dan Tigran menjadi salah satu bagian yang paling membuat saya penasaran. Saya ingin melihat bagaimana hubungan yang awalnya dipenuhi rasa kesal tersebut bisa berkembang lebih jauh.
Pada akhirnya, Resign! bagi saya adalah novel yang ringan dan menghibur. Saya menikmati bagaimana Almira Bastari menggabungkan kehidupan kantor, persahabatan, komedi, dan romansa tanpa membuat ceritanya terasa terlalu berat. Saya juga suka karena karakter-karakternya tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi membuat suasana kantor dalam cerita terasa hidup.
Mungkin dari awal Alranita hanya melihat Tigran sebagai bos yang galak dan menyebalkan. Namun, semakin jauh cerita berjalan, belum tentu penilaiannya tetap sama. Karena ternyata, seseorang yang terlihat galak di awal belum tentu galak di akhir.
