Kangen My Little Pony, Kartun yang Pernah Menemani Masa Kecil

Mahasiswi Ilmu Komunikasi di Universitas Pamulang yang bisa bekerja apa saja dan mudah menyesuaikan diri dan suka menulis.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Najwa Riyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada masa ketika menonton kartun menjadi salah satu hal yang paling ditunggu saat masih kecil. Belum ada kebiasaan membuka TikTok atau memilih tontonan sendiri lewat layanan streaming. Cukup menyalakan televisi, lalu menunggu kartun favorit muncul sesuai jadwal.
Salah satu kartun yang mungkin masih melekat dalam ingatan adalah My Little Pony: Friendship Is Magic. Dunia penuh warna, karakter kuda poni dengan kepribadian yang berbeda-beda, serta cerita tentang persahabatan membuat kartun ini punya kesan tersendiri bagi penontonnya.
Dunia Ponyville yang Penuh Warna
My Little Pony: Friendship Is Magic membawa penonton ke Ponyville, tempat Twilight Sparkle menjalani berbagai petualangan bersama teman-temannya, seperti Pinkie Pie, Rainbow Dash, Fluttershy, Rarity, dan Applejack.
Setiap karakter punya sifat yang berbeda. Ada yang ceria, pemalu, percaya diri, sampai sangat menyukai fashion. Perbedaan itulah yang membuat interaksi mereka terasa menarik. Walaupun sering mengalami masalah atau berbeda pendapat, pada akhirnya mereka belajar memahami satu sama lain.
Bagi anak-anak yang menontonnya saat itu, mungkin ceritanya terlihat sederhana. Namun setelah diingat kembali, banyak episode yang sebenarnya membawa pesan tentang persahabatan, kejujuran, keberanian, dan menerima perbedaan.
Dulu Tinggal Menunggu di Depan Televisi
Salah satu hal yang membuat nostalgia bukan hanya kartunnya, tetapi juga cara kita menontonnya. My Little Pony: Friendship Is Magic pernah hadir di televisi Indonesia, salah satunya melalui Global TV yang sekarang dikenal sebagai GTV.
Berbeda dengan sekarang, ketika sebuah episode bisa dicari kapan saja melalui internet, dulu penonton harus mengikuti jadwal televisi. Kalau terlambat atau sedang pergi, ya kemungkinan episode tersebut terlewat.
Hal sederhana seperti ini justru membuat pengalaman menonton kartun terasa berbeda. Ada rasa menunggu dan senang ketika akhirnya kartun yang disukai muncul di layar.
Karakternya Sulit Dilupakan
Selain ceritanya, karakter menjadi bagian yang paling mudah diingat dari My Little Pony. Mungkin dulu kita bahkan punya karakter favorit sendiri.
Rainbow Dash dikenal dengan keberaniannya, Pinkie Pie dengan sifatnya yang ceria, Fluttershy yang lembut, Rarity yang menyukai fashion, Applejack yang pekerja keras, dan Twilight Sparkle yang menjadi pusat dari banyak cerita.
Desain karakter yang penuh warna juga membuat My Little Pony mudah dikenali bahkan setelah bertahun-tahun tidak menontonnya.
Sekarang Cara Menonton Kartun Sudah Berbeda
Seiring berkembangnya media digital, kebiasaan menonton anak-anak juga ikut berubah. Kartun sekarang tidak hanya ditemukan melalui televisi, tetapi juga melalui YouTube dan berbagai platform streaming. Penonton tidak perlu lagi menunggu jam tertentu untuk menikmati tontonan yang mereka inginkan.
Karena itu, pengalaman menunggu kartun di televisi seperti dulu perlahan menjadi sesuatu yang terasa nostalgis. My Little Pony: Friendship Is Magic mungkin sudah tidak hadir sebagai tayangan reguler di televisi Indonesia seperti pada masa penayangannya dulu, tetapi kartun ini tetap bisa mengingatkan sebagian penonton pada masa kecil mereka.
Pada akhirnya, rasa kangen terhadap My Little Pony mungkin bukan hanya karena ceritanya. Ada kenangan tentang duduk di depan televisi, menunggu kartun dimulai, mengenal karakter favorit, dan menikmati tontonan tanpa banyak memikirkan hal lain.
Sekarang, melihat kembali Twilight Sparkle dan teman-temannya mungkin cukup untuk membuat kita berpikir, “Wah, dulu aku sering banget nonton ini.”
