Air Minum Yang Dikocok Tidak Boleh Dikonsumsi, Mitos atau Fakta?

Mahasiswa yang sedang menempuh S1 di UIN GUSDUR PEKALONGAN yang akan membagikan pengalaman dan sedikit ilmu yang insyaallah bermanfaat
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zuhrifa Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Air minum yang dikocok tidak boleh dikonsumsi? Air merupakan elemen penting bagi kehidupan umat manusia. Bagaimana bisa dikatakan penting? Setiap hari kita pasti mengonsumsi air minum atau air putih untuk menghilangkan dahaga dan manfaat-manfaatnya yang lain. Selain untuk dikonsumsi air kita gunakan untuk mandi,mencuci bahkan dapat menumbuhkan sebuah tanaman. Namun, seiring berjalannya waktu banyak mitos dan fakta yang beredar tentang air. Pernahkah kita mendengar suatu pernyatan tentang air putih yang dikocok tidak boleh diminum, ini mitos atau sebuah fakta ya? Mari kita simak

Sudah tersebar di kalangan masyarakat tentang suatu pernyataan bahwa air putih atau minuman yang berperasa ketika sudah terkocok dan menimbulkan buih-buih putih tidak dapat diminum kembali. Dan air minumannya akan menyebabkan penyakit-penyakit seperti pusing, sakit perut dan masih banyak lagi. Tak heran jika masyarakat mulai mempertanyakan apakah pernyataan tersebut hanya sebuah mitos belaka atau sesuai dengan faktanya.
Ternyata, pernyataan tentang air minum yang sudah dikocok dan menimbulkan buih-buih putih tidak dapat diminum kembali adalah tidak benar. Itu semua hanyalah sebuah mitos yaaa... Karena buih-buih putih tersebut bisa saja diperoleh dari guncangan yang keras dan tidak kita sengaja, faktanya buih-buih tersebut pasti akan hilang dengan sendirinya. Namun jika warna dan rasa berubah aneh, kita harus waspada karena air tersebut sudah terkontaminasi dengan kuman dan bisa saja sudah hampir kedaluwarsa.
Hal ini dikuatkan oleh jawaban dari artikel dr. Yan William dalam artikelnya di Alodokter.com
Air yang dikocok sampai berbuih tidak boleh diminum adalah mitos.Yang terpenting adalah air tidak terkontaminasi kuman yang berbahaya dalam jumlah banyak dan juga dalam kemasan yang higienis. Yang dapat menyebabkan diare bila air tersebut terkontaminasi kuman sehingga menimbulkan infeksi pada saluran cerna dengan gejala, yaitu: Nyeri perut, Diare, Demam.
Dengan penjelasan tersebut sudah menjawab pernyataan yang beredar dimasyarakat tentang air minum yang dikocok, bahwa itu hanya mitos dan air minum tetap aman dikonsumsi selama tidak terkontaminasi kuman dan belum kedaluwarsa.
