Meningkatkan Minat Siswa Pada PAI di SMP dan SMA dengan Program "Islam for Life"

Mahasiswa yang sedang menempuh S1 di UIN GUSDUR PEKALONGAN yang akan membagikan pengalaman dan sedikit ilmu yang insyaallah bermanfaat
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Zuhrifa Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Islam for life: oleh zuhrifa
Meningkatkan Minat Siswa Menjadi Sebuah Tantangan?
Tantangan besar? Yup benar sekali! Rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu tantangan utama bagi pendidik yang harus dihadapi khususnya pada jenjang SMP dan SMA. Berdasarkan survei Kementrian Agama tahun 2023, hanya 35% siswa di tingkat SMP DAN 40% di SMA yang menyatakan minat tinggi terhadap materi PAI. Banyak siswa yang menganggap PAI adalah mata pelajaran yang membosankan, hanya sebatas teori, dan kurang relevan dengan kehidupan mereka sehari hari. Hal ini menjadi penyebab kurangnya pemahaman yang mendalam dan minimnya penerapan nilai-nilai islam di dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Materi PAI Hanya Sebatas Teori?
Ya, Salah satu alasan utama kurangnya minat siswa adalah kurangnya relevansi materi ajar dengan realitas hidup yang mereka hadapi. Denagn begitu, banyak siswa menganggap materi PAI terlalu teoritis dan kurang menyentuh persoalan nyata dalam hidup mereka. Mereka merasa, pengetahuan agama yang dipelajari di kelas tidak memberi panduan praktis untuk menghadapi masalah sehari-hari yang mereka hadapi di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.
Apa Itu Program"Islam For Life"?
"Islam for life" merupakan sebuah program inovatif yang bertujuan untuk membuat sembuah pembelajaran Pendidikan Agama Islam lebih relevan dengan kondisi para siswa serta mendorong penerapan nilai-nilai agama di dalam kehidupan nyata. Program ini dapat menjadi solusi yang efektif, karena program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai islam dengan pendekatan yang lebih interaktif dan partisipatif. Inilah tiga komponen yang harus dimasukkan ke dalam program "Islam for life":
Diskusi kasus nyata, Menurut hasil penelitian dari Uiniversitas Negeri Jakarta tahun 2023, pendekatan berbasis diskusi dan studi kasus meningkatkan pemahaman siswa terhadap PAI hingga 30% lebih tinggi daripada metode ceramah. Sehingga pendidik dapat mengajak siswanya untuk berdiskusi tentang beberapa kasus nyata yang relevan di kehidupan mereka daripada hanya menggunakan metode ceramah saja. Seperti, mengangkat kasus tentang menerapkan nilai kejujuran di lingkungan sekolah dan rumah, menghindari perbulyan atau tentang toleransi. Dengan begitu siswa dapat berpendapat dan menganalisis situasi dan menghadapi konflik sosial.
Proyek sosial dan kemanusiaan, Kegiatan nyata seperti proyek sosial dan kemanusiaan dapat meningkatkan keterlibatan para siswa. Seperti, para siswa diajak untuk melakukan kegiatan bakti sosial di panti asuhan, bersedekah makanan di bulan Ramadhan, atau membuat kampanya tentang anti bullying di sekolah maupun luar sekolah. Dengan adanya beberapa kegiatan sosial dan kemanusiaan, para siswa tidak hanya diajarkan untuk menerapkan nilai-nilai agama, tetapi juga dilibatkan secara aktif di dalam kegiatan sosial yang ada di masyarakat.
Penggunaan teknologi digital, Pembelajaran yang berbasis digital dapat sangat bermanfaat, terutama ketika diadaptasi untuk kebutuhan para siswa di era digital ini. Seperti menggunakan video, aplikasi kuis berbasis Islam atau simulasi digital terkait suatu topik tertentu yang menarik. Dengan begitu pendidik dapat membuat vidio pendek tentang cara berbuat baik kepada orang tua, teman atau dengan membuat konten-konten kreatif terkait kisah teladan islam yang dapat diakses di media sosial. Sehingga konten digital yang interaktif dianggap efektif dalam meningkatkan minat belajar dan partisipasi siswa pada materi PAI yang biasanya dianggap lebih tradisional jika diajarkan tanpa kolaborasi teknologi sekarang.
Program "Islam for life" untuk mengubah paradigma pembelajaran PAI di sekolah, diharapkan minat siswa terhadap PAI dapat meningkat. Sehingga siswa tidak hanya memahami agama secara teori, tetapi juga dapat menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, Pendidikan Agama Islam di jenjang SMP dan SMA tidak hanya sekedar menjadi materi pembelajaran yang dihafal dan membosankan, tetapi dapat menjadi bekal untuk membentuk perilaku dan karakter yang lebih baik pada diri siswa.
