Sulap Daun Jadi Minyak Atsiri, Limbah Jadi Pupuk: Inovasi Tim 61 KKNT UNDIP

Mahasiswa Universitas Diponegoro
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Zulfa Fadia Marsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Atsiri dari daun tanaman masih perlu dieksplore lebih banyak. Potensi bukan hanya tentang apa yang tersedia, tapi juga bagaimana memanfaatkannya. Di kawasan KHDTK Penggaron, tanaman atsiri seperti serai wangi dan kayu putih tumbuh subur, namun belum sepenuhnya diolah menjadi produk bernilai tambah. Padahal, KHDTK Penggaron bak rumah atsiri yang tersembunyi di balik hiruk pikuk kota. Melihat hal ini, Tim 61 KKN Tematik Universitas Diponegoro hadir dengan program pelatihan terpadu yang memadukan teknologi sederhana dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan bertajuk Pelatihan Steam Distillation dan Biokonversi Limbah Atsiri menjadi Pupuk Organik, Tim 61 mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program IDBU (IPTEK bagi Desa Binaan UNDIP) dan dilaksanakan di bawah payung KKN Tematik berdasarkan Surat Tugas Rektor Nomor 274-058/UN7.D2/PM/IV/2025 dengan tajuk “Aplikasi Teknologi Produk berbasis Rempah Atsiri untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pengentasan Kemiskinan di sekitar KHDTK Penggaron.”
Dalam pelatihan ini, masyarakat diperkenalkan dengan cara kerja alat penyulingan uap (steam distillation) untuk mengekstrak minyak atsiri dari bahan alami lokal. Kelompok Wanita Tani (KWT) diajak memahami langsung proses mulai dari persiapan bahan baku, pengoperasian alat distilasi, hingga pengumpulan minyak hasil penyulingan. Pendekatan hands-on ini memungkinkan masyarakat, terutama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) KHDTK UNDIP, mendapatkan pengalaman praktis yang bisa diterapkan secara mandiri.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengenal alatnya, tapi juga bisa menjalankannya sendiri. Alat ini bisa dimanfaatkan secara kolektif oleh kelompok tani untuk mengolah hasil kebun menjadi produk bernilai,” jelas Margiyanto, mahasiswa Fakultas Teknik UNDIP.
Tak berhenti di sana, limbah hasil penyulingan juga mendapat perhatian. Dalam sesi lanjutan, Tim 61 memberikan pelatihan pengolahan limbah padat dan cair dari proses distilasi menjadi pupuk organik cair (POC) dan kompos padat. Proses biokonversi ini dilakukan dengan metode fermentasi menggunakan bioaktivator alami, yang bisa dibuat sendiri dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim 61 KKN Tematik IDBU kelompok 5. Terdiri dari Zulfa Fadia Marsa, Novita Wiji Setyaningsih, Bella Nanda Arifiani, Hanis Naila Maytsak, Shabira Agna Rizkika, Sabrina Belva A, Margiyanto, Khoirul Dimas V.A dari Fakultas Teknik dan Azzahra Ramadhanti M.Nur, serta Rizal Attaqwa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Kolaborasi multidisiplin ini menjadi fondasi kuat dalam pelaksanaan program pelatihan yang mengedepankan pendekatan edukatif dan aplikatif di lapangan, khususnya dalam pengenalan teknologi steam distillation serta pemanfaatan limbah atsiri menjadi pupuk organik.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh sepuluh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) yang menunjukkan antusiasme tinggi selama proses berlangsung. Sebagian besar peserta mengaku bahwa ini merupakan kali pertama mereka mengenal secara langsung teknik penyulingan uap (steam distillation) dan pemanfaatan limbah atsiri sebagai bahan baku pupuk organik. Untuk mendukung praktik mandiri di kemudian hari, tim turut membagikan buku saku berisi panduan teknis dan informasi aplikatif yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan mereka sehari-hari.
"Adanya pelatihan ini semoga hasil yang ada di KHDTK semakin bagus, maju, dan berjaya sehingga ada kemajuan, tidak seperti tahun-tahun kemarin berkat program kalian tentang minyak atsiri itu, serta disini sebenarnya banyak tumbuhan buah yang berpotensi. Semoga dengan adanya pelatihan pupuk dari kalian ini dapat meningkatkan kesuburan tanaman kami" tutur Ibu Sulikah, perwakilan KWT Wanadipa Penggaron
Seluruh kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan: Prof. Dr. Hermin Pancasakti Kusumaningrum, S.Si., M.Si. dari Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Dr. dr. Dwi Ngestiningsih, M.Kes., Sp.Pd-KGer dari Fakultas Kedokteran.
Dukungan dari program IDBU (IPTEK Bagi Desa Binaan UNDIP) turut menjadi elemen penting dalam pelaksanaan kegiatan ini. Dengan adanya fasilitasi alat dan dukungan pembiayaan, Tim 61 dapat merancang program yang komprehensif, menyediakan media pelatihan yang memadai, serta memastikan transfer ilmu berlangsung efektif di lapangan.
Melalui pelatihan ini, Tim 61 berharap masyarakat Penggaron semakin mandiri dalam mengelola potensi alam yang ada. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana seperti destilasi uap dan biokonversi limbah, masyarakat tidak hanya bisa meningkatkan nilai ekonomis hasil pertanian, tapi juga memperkuat ekosistem desa berkelanjutan.
Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa perubahan bisa dimulai dari hal sederhana: dari limbah menjadi pupuk, dari kebun menjadi peluang, dan dari desa menuju kemandirian.
