Kumparan Logo

SpaceX dan Tesla Lagi Kaji Kemungkinan Merger, Komite Khusus Dibentuk

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Elon Musk meninggalkan lokasi setelah menghadiri upacara penyambutan Presiden AS Donald Trump oleh Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (14/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Elon Musk meninggalkan lokasi setelah menghadiri upacara penyambutan Presiden AS Donald Trump oleh Presiden China Xi Jinping di Balai Besar Rakyat di Beijing, China (14/5/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

CEO SpaceX dan Tesla Elon Musk mengatakan dewan direksi kedua perusahaan telah membentuk komite khusus untuk membahas kemungkinan merger. Namun, rencana ini belum mencapai kesepakatan dan masih membutuhkan persetujuan pemegang saham kedua perusahaan.

Elon Musk mengatakan tidak menjadi anggota komite tersebut maupun terlibat dalam pembicaraan karena memiliki konflik kepentingan berdasarkan peraturan sekuritas. Komite khusus itu, menurutnya, terdiri atas direktur independen dari masing-masing dewan direksi.

“Saya rasa ada sebagian orang yang beranggapan bahwa merger SpaceX dan Tesla sudah pasti terjadi. Menurut saya, anggapan itu terlalu berlebihan,” ujar Musk dalam panggilan konferensi bersama analis Wall Street untuk membahas kinerja keuangan kuartalan SpaceX, Selasa (20/10).

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (21/10), Elon Musk tidak merinci siapa saja yang menjadi anggota komite khusus tersebut. Dia juga menegaskan pembentukan komite belum menjamin kedua perusahaan akan bergabung.

Roket SpaceX Falcon Heavy lepas landas membawa Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman milik NASA di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, AS, Minggu (30/8/2026). Foto: Joe Skipper/REUTERS

Lebih lanjut, Elon Musk menyatakan melihat banyak manfaat dari penggabungan kedua perusahaan, terutama karena keduanya memiliki peluang untuk bekerja sama dalam sejumlah bidang teknologi.

“Saya memang melihat banyak manfaat dari penggabungan kedua perusahaan, mengingat kita pada dasarnya sudah berada di era singularitas kecerdasan super dan ada banyak hal yang bisa diperoleh melalui kerja sama,” ujarnya.

Elon Musk menyebut pengembangan perangkat lunak kecerdasan buatan (AI), desain cip semikonduktor, dan robotika sebagai beberapa bidang yang dapat dikembangkan melalui kerja sama SpaceX dan Tesla.

Spekulasi mengenai kemungkinan merger kedua perusahaan tersebut telah menguat di pasar saham. SpaceX dan Tesla juga memiliki irisan kegiatan bisnis, termasuk di bidang manufaktur semikonduktor.

Ilustrasi pabrik Tesla. Foto: Shutter Stock

Pada Januari 2026, Tesla mengumumkan investasi sekitar USD 2 miliar untuk membeli saham perusahaan rintisan AI yang merupakan anak usaha SpaceX.

Pembahasan mengenai merger berlangsung ketika SpaceX mencatatkan kinerja keuangan kuartalan yang melampaui perkiraan. Pendapatan perusahaan meningkat lebih dari dua kali lipat, salah satunya didorong oleh penyewaan kapasitas komputasi kepada perusahaan AI lain.

Elon Musk sebelumnya juga menggabungkan sejumlah bisnis yang dimilikinya. Pada 2025, ia menggabungkan perusahaan media sosial X dengan perusahaan rintisan AI yang saat itu bernama xAI. Pada Februari 2026, SpaceX kemudian mengakuisisi xAI, yang selanjutnya berganti nama menjadi SpaceXSI.