KKM 42 UNTIRTA Cegah Pernikahan Dini di SMK Negeri 6 Kota Serang

Food Technology Student at Sultan Ageng Tirtayasa University
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Zulfatuzzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Serang, 23 Januari 2026 – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik 42 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Gelombang 1 tahun 2026 menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini di SMK Negeri 6 Kota Serang, Kecamatan Kasemen. Kegiatan ini melengkapi rangkaian program pengabdian di Kelurahan Mesjid Priyayi, berfokus pada siswa akuntansi yang berisiko tinggi akibat tekanan sosial-ekonomi lokal.
SMK Negeri 6 Kota Serang, berlokasi strategis di wilayah Kasemen, menjadi target utama karena tingginya angka pernikahan dini di sekitar. Faktor pemicu meliputi tradisi lokal, keterbatasan ekonomi keluarga, dan minimnya pemahaman tentang risiko kesehatan reproduksi serta karir vokasi. Sosialisasi ini melanjutkan keberhasilan KKM 42 di SMPN 16, dengan penyesuaian materi untuk remaja akhir yang mempersiapkan diri masuk dunia kerja.
Mahasiswa KKM memberikan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini: Kehamilan remaja, drop out vokasi, dan kesulitan usaha mandiri pasca-SMK. Mahasiswa KKM juga memberikan pengetahuan terkait faktor risiko pernikahan dini: Pengaruh pacaran bebas, tekanan orang tua, dan kurangnya informasi beasiswa vokasi. Selain itu, mahasiswa KKM juga memberikan solusi praktis terkait pencegahan pernikahan dini: Perencanaan karir, konseling BK sekolah, dan program kewirausahaan remaja.
Sosialisasi ini berlangsung secara interaktif dan dilengkapi kuis digital berhadiah, role playing skenario nyata, dan sesi tanya jawab dengan siswa siswi untuk memastikan relevansi dengan aspirasi siswa.
Puluhan siswa kelas X-XII SMK 6 berpartisipasi aktif, dengan banyak berbagi cerita pribadi dan komitmen menunda pernikahan.
"KKM 42 membuka wawasan siswa tentang peluang vokasi tanpa beban pernikahan dini. Kolaborasi ini luar biasa," ujar Kepala SMK Negeri 6 Kota Serang.
Kegiatan ini terintegrasi dengan program KKM 42 seperti anti bullying di SDN Masigit, lokakarya laporan, dan pengelolaan sampah, membentuk ekosistem pengabdian holistik di Kasemen. KKM Untirta melalui inisiatif ini mendukung target pemerintah daerah nol pernikahan anak, menciptakan generasi vokasi tangguh dan mandiri.
