KKM 42 UNTIRTA x Duta GenRe Cegah Pergaulan Bebas di SMPN 16 Kota Serang

Food Technology Student at Sultan Ageng Tirtayasa University
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Zulfatuzzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kecamatan Kasemen merupakan salah satu wilayah di Kota Serang yang tercatat dengan angka pernikahan dini yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi dampak dari berbagai faktor, salah satunya rendahnya pemahaman remaja mengenai batasan pergaulan dan risiko pergaulan bebas. Situasi tersebut mendorong perlunya upaya pencegahan melalui edukasi sejak dini kepada generasi muda di lingkungan sekolah.
Berdasarkan kondisi tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik 42 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tahun 2026 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bahaya pergaulan bebas yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026. Kegiatan tersebut bertempat di SMP Negeri 16 Kota Serang dengan sasaran utama siswa-siswi sebagai kelompok usia yang berada pada fase pencarian jati diri dan rentan terhadap pengaruh lingkungan.
Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa-siswi mengenai pengertian pergaulan bebas, faktor-faktor penyebabnya, dampak negatif yang dapat ditimbulkan serta cara pencegahannya. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga diri, membangun pergaulan yang sehat, serta merencanakan masa depan secara lebih matang.
Dalam pelaksanaannya, KKM Tematik 42 Untirta 2026 menggandeng Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Serang, yaitu Fadhila Anwar dan Ardian Maulana Fauzy. Keduanya menyampaikan materi yang disesuaikan dengan karakteristik remaja tingkat sekolah menengah pertama, sehingga mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Materi yang disampaikan mencakup keterkaitan antara pergaulan bebas dengan meningkatnya risiko pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, serta putus sekolah.
Selain pemaparan materi, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi interaktif yang mendorong siswa-siswi untuk berani bertanya dan menyampaikan pendapat. Melalui metode tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya menerima informasi secara satu arah, tetapi juga mampu memahami dan merefleksikan materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal.
Para siswa SMPN 16 Kota Serang menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari perhatian peserta terhadap materi yang disampaikan serta keaktifan mereka dalam sesi diskusi. Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi sarana edukasi yang penting, mengingat sebagian besar siswa tinggal di lingkungan yang memiliki tantangan sosial cukup kompleks.
Melalui kegiatan sosialisasi pencegahan pergaulan bebas tersebut, KKM Tematik 42 Untirta 2026 berharap dapat berkontribusi dalam menekan angka pernikahan dini di Wilayah Kasemen serta membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga diri, berperilaku positif, dan memiliki perencanaan masa depan yang lebih baik. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi sekolah dan masyarakat untuk terus melakukan edukasi berkelanjutan terkait kesehatan dan pergaulan remaja.
