Konten dari Pengguna

Kegiatan Pengabdian Masyarakat di RT 01 Kembangan, Gresik

Zulfia Habidah

Zulfia Habidah

Mahasiswa Universitas Airlangga

·waktu baca 7 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Zulfia Habidah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Pengabdian Masyarakat di RT 01 Kembangan, Gresik
zoom-in-whitePerbesar

Pengetahuan masyarakat tentang penggolongan obat dan cara membaca label obat masih rendah, padahal hal ini merupakan kunci utama dalam penggunaan obat yang aman dan efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat bertema "Edukasi Penggolongan Obat dan Sediaan Obat serta Cara Membaca Label Obat dengan Benar" telah dilaksanakan di RT 01 Jalan Saphire 1, Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh ibu rumah tangga yang berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga. Melalui metode edukasi menggunakan papan obat dan evaluasi pre-post test, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta dari 45% menjadi 85%.

Obat merupakan komponen penting dalam sistem kesehatan yang berperan vital dalam pencegahan, pengobatan, dan penyembuhan penyakit. Namun, penggunaan obat yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, bahkan kematian. Data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan bahwa kesalahan penggunaan obat menjadi salah satu penyebab utama kejadian tidak diinginkan di bidang kesehatan.

Ibu rumah tangga memiliki peran strategis sebagai pengambil keputusan utama dalam pemilihan dan penggunaan obat untuk keluarga. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan mereka tentang penggolongan obat dan cara membaca label obat menjadi sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas pengobatan di tingkat rumah tangga.

RT 01 Kembangan, Gresik, dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan area pemukiman padat dengan mayoritas ibu rumah tangga yang memiliki peran aktif dalam pengelolaan kesehatan keluarga. Hasil survei awal menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggolongan obat dan cara membaca label obat masih rendah, sehingga diperlukan intervensi edukatif yang tepat sasaran.

  • Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan dimulai dengan senam kesehatan yang bertujuan untuk menyegarkan otak dan melatih kekompakan serta konsistensi gerakan tubuh. Senam ini tidak hanya berfungsi sebagai pemanasan fisik, tetapi juga membantu menciptakan suasana yang kondusif untuk pembelajaran. Dengan tubuh yang segar dan pikiran yang jernih, para peserta dapat menyerap materi dengan lebih optimal.

Sebelum memasuki materi inti, dilakukan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai penggolongan obat dan cara membaca label obat. Pre-test ini penting untuk mengetahui baseline pengetahuan peserta dan membantu pemateri dalam menyesuaikan penyampaian materi sesuai dengan kebutuhan peserta. Setelah penyampaian materi, dilakukan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.

Materi dimulai dengan penjelasan sistem penggolongan obat di Indonesia menggunakan papan obat yang berisi contoh nyata obat dan bentuk sediaannya. Obat didefinisikan sebagai bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia (Permenkes RI No. 917/MENKES/PER/X/1993).

Sistem klasifikasi obat di Indonesia dibagi menjadi empat kategori utama berdasarkan tingkat keamanan dan pengawasan penggunaannya:

1. Obat Bebas (Lingkaran Hijau)

Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter dan tersedia di apotek, toko obat, bahkan warung. Obat ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi dengan efek samping minimal jika digunakan sesuai petunjuk. Contoh obat yang ditampilkan dalam papan obat antara lain paracetamol tablet 500mg untuk menurunkan demam dan vitamin C tablet kunyah untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bentuk sediaan obat bebas umumnya berupa tablet, sirup, dan kapsul.Dapat dibeli tanpa resep dokter di apotek, toko obat, bahkan warung.

2. Obat Bebas Terbatas (Lingkaran Biru)

Obat bebas terbatas dapat dibeli tanpa resep dokter, namun penggunaannya sebaiknya dengan konsultasi apoteker karena memiliki potensi efek samping yang lebih besar dibandingkan obat bebas. Ciri khas obat ini adalah adanya peringatan khusus berupa kotak hitam dengan tulisan putih pada kemasannya. Contoh yang ditampilkan meliputi antasida tablet untuk mengatasi maag dan obat batuk sirup. Bentuk sediaan tersedia dalam tablet, sirup, dan kapsul.

3. Obat Keras (Lingkaran Merah + huruf K)

Obat keras hanya dapat diperoleh dengan resep dokter karena memiliki risiko efek samping yang signifikan jika digunakan secara tidak tepat. Kategori ini mencakup sebagian besar antibiotik, obat hipertensi, dan obat diabetes. Contoh yang ditampilkan dalam papan obat adalah amoxicillin kapsul 500mg dan captopril tablet 25mg. Bentuk sediaan obat keras sangat beragam, mulai dari tablet, kapsul, sirup, hingga injeksi.

4. Narkotika (Lingkaran Merah + tanda plus)

Narkotika memerlukan resep khusus dari dokter dengan penggunaan yang sangat terbatas dan terkontrol ketat. Obat ini memiliki potensi ketergantungan dan penyalahgunaan yang tinggi. Contoh yang ditampilkan adalah morfin injeksi untuk nyeri berat dan codein tablet untuk batuk kronis. Bentuk sediaan narkotika tersedia dalam tablet, injeksi, dan sirup.

  • Memahami Berbagai Bentuk Sediaan Obat

Sediaan obat adalah bentuk akhir produk yang mengandung bahan obat umumnya bersama-sama dengan bahan tambahan yang digunakan sebagai obat dalam atau obat luar untuk manusia. Melalui papan obat, peserta dapat melihat dan memahami berbagai bentuk sediaan:

1. Sediaan Padat

Tablet merupakan bentuk sediaan paling umum dengan keunggulan stabilitas yang baik, dosis yang tepat, dan kemudahan penyimpanan. Contoh yang ditampilkan meliputi tablet paracetamol biasa, tablet kunyah vitamin C, dan tablet lepas lambat. Kapsul terdiri dari kapsul keras yang berisi serbuk obat dan kapsul lunak yang berisi cairan obat, seperti kapsul amoxicillin dan kapsul minyak ikan. Suppositoria digunakan untuk penggunaan rektal atau vaginal, contohnya suppositoria demam untuk anak.

2. Sediaan Cair

Sirup memiliki keunggulan mudah ditelan terutama untuk anak-anak, onset kerja lebih cepat, dan memiliki rasa yang lebih enak. Suspensi merupakan campuran obat yang tidak larut dalam air sehingga perlu dikocok sebelum digunakan. Injeksi memiliki onset kerja paling cepat karena obat langsung masuk ke sistem peredaran darah.

3. Sediaan Semi Padat

Salep memiliki basis minyak sehingga lebih berminyak dan cocok untuk kulit kering. Krim memiliki tekstur yang lebih ringan dan mudah menyerap ke dalam kulit. Gel memiliki konsistensi jernih dan memberikan sensasi dingin saat diaplikasikan.

4. Sediaan Gas

Aerosol dan inhaler digunakan untuk penggunaan inhalasi langsung ke saluran pernapasan, seperti obat asma.

  • Cara Membaca Label Obat dengan Benar

Kesalahan dalam membaca informasi obat dapat berakibat fatal bagi kesehatan keluarga. Setiap tahunnya, ribuan kasus keracunan obat terjadi akibat kesalahan dosis, penggunaan obat kedaluwarsa, atau ketidakpahaman dalam membaca label obat.

Setiap kemasan obat wajib mencantumkan logo lingkaran berwarna yang menunjukkan golongan obat tersebut. Sistem penggolongan ini membantu masyarakat memahami tingkat keamanan dan cara memperoleh obat. Melalui contoh nyata pada papan obat, peserta dapat dengan mudah mengenali perbedaan warna dan simbolnya.

Dosis obat adalah jumlah obat yang diberikan kepada pasien dalam sekali pemberian atau dalam sehari untuk mendapatkan efek terapi yang diinginkan tanpa menimbulkan efek toksik.

Contoh yang dijelaskan: "Paracetamol 500mg, diminum 3 kali sehari sesudah makan selama 3 hari" memberikan informasi lengkap tentang berapa banyak obat yang harus diminum, kapan diminum, dan berapa lama pengobatan dilakukan.

Timing penggunaan obat sangat penting:

- "Sebelum makan": obat diminum 30 menit sebelum makan untuk memaksimalkan absorbsi

- "Sesudah makan": bertujuan mengurangi iritasi lambung yang mungkin timbul

- "Bersama makanan": obat dapat diminum bersamaan dengan makanan untuk meningkatkan toleransi atau absorbsi

Pentingnya Memeriksa Tanggal Kedaluwarsa dan Nomor Registrasi

Tanggal kadaluarsa menunjukkan batas waktu obat masih aman dan efektif untuk digunakan. Setelah tanggal tersebut, obat dapat mengalami degradasi yang menurunkan efektivitas atau bahkan menghasilkan senyawa berbahaya.

Nomor registrasi BPOM yang tertera pada kemasan menjamin bahwa obat tersebut telah lulus uji keamanan, khasiat, dan mutu. Format nomor registrasi untuk obat dimulai dengan huruf yang menunjukkan kategori obat:

- DTL untuk obat bebas

- DBL untuk obat bebas terbatas

- DKL untuk obat keras

- DKN untuk narkotika

Kontraindikasi adalah keadaan atau kondisi yang menjadi alasan untuk tidak memberikan pengobatan tertentu karena dapat membahayakan pasien. Peringatan umum yang sering dijumpai:

- "Hati-hati berkendara" untuk obat yang menyebabkan kantuk

- "Tidak untuk ibu hamil dan menyusui" untuk obat yang dapat membahayakan janin

- "Jangan diminum bersama alkohol" untuk obat yang dapat berinteraksi berbahaya

- "Kocok dahulu sebelum diminum" khusus untuk sediaan suspensi

Kondisi penyimpanan obat sangat mempengaruhi stabilitas dan efektivitasnya. Sebagian besar obat disimpan pada suhu kamar (15-30°C) di tempat yang kering dan terhindar dari cahaya langsung. Beberapa obat memerlukan kondisi khusus seperti penyimpanan di lemari es untuk insulin atau suppositoria. Setelah penyampaian materi, dilakukan sesi tanya jawab yang sangat interaktif. Ibu-ibu peserta menanyakan berbagai hal praktis yang sering mereka hadapi sehari-hari.

  • Hasil dan Kesimpulan Project-Based Learning

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dari 45% menjadi 85%. Ini membuktikan efektivitas metode pembelajaran yang dirancang mahasiswa melalui pendekatan PBL. Pemahaman tentang berbagai bentuk sediaan obat dan stabilitasnya diterapkan dalam menjelaskan cara penyimpanan dan penggunaan obat yang tepat.

Ibu-ibu yang telah mendapat edukasi diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, menyebarkan pengetahuan tentang penggunaan obat yang aman kepada keluarga, tetangga, dan komunitas yang lebih luas. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang penggolongan obat dan cara membaca label, diharapkan terjadi penurunan kejadian tidak diinginkan akibat kesalahan penggunaan obat di tingkat rumah tangga.