Mengapa Senja Lebih Disukai Gen Z Dibandingkan Sunrise?

Mahasiswa ilmu komunikasi universitas Pancasakti tegal
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Maulana saif akabr tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi sebagian orang, menikmati keindahan alam tidak harus dilakukan dengan mendaki gunung atau pergi ke tempat yang jauh. Cukup duduk di suatu tempat sambil melihat langit berubah warna. Salah satu momen yang banyak digemari adalah senja.
Di kalangan Gen Z, foto langit sore dengan warna jingga, siluet pepohonan, hingga suasana matahari terbenam sering menjadi pilihan untuk mengisi media sosial. Lalu, mengapa senja terasa lebih menarik dibandingkan sunrise?
Salah satu alasannya adalah waktu. Untuk menikmati sunrise, seseorang harus bangun lebih pagi dan mencari tempat sebelum matahari terbit. Sementara itu, senja datang pada sore hari ketika sebagian besar aktivitas sudah mulai selesai. Gen Z dapat menikmatinya setelah kuliah, bekerja, atau berkumpul bersama teman.
Selain lebih praktis, senja juga memiliki suasana yang dianggap lebih tenang. Langit yang perlahan berubah dari biru menjadi jingga memberikan kesan hangat dan membuat orang ingin berhenti sejenak dari kesibukan.
Media sosial juga ikut membuat senja semakin populer. Pemandangan matahari terbenam dengan warna langit yang indah mudah dijadikan foto, video pendek, maupun latar untuk menuliskan sebuah cerita. Tidak jarang, foto senja digunakan untuk menggambarkan suasana hati seseorang tanpa harus menjelaskannya secara langsung.
Namun, bukan berarti Gen Z tidak menyukai sunrise. Sunrise memiliki keindahan dan suasananya sendiri. Hanya saja, senja lebih mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari dan tidak membutuhkan usaha sebesar menikmati matahari terbit.
Pada akhirnya, senja bukan hanya tentang matahari yang tenggelam. Bagi banyak anak muda, senja menjadi waktu untuk menikmati suasana, berbincang dengan teman, mengambil foto, atau sekadar melihat langit tanpa terburu-buru.
Mungkin itulah alasan mengapa senja begitu dekat dengan Gen Z: sederhana, mudah dinikmati, tetapi tetap meninggalkan kesan.
