Konten dari Pengguna

Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi

Anisa Alviani

Anisa Alviani

Mahasiswi Pendidikan Kimia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 5 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anisa Alviani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi belajar online sambil mendengarkan musik. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi belajar online sambil mendengarkan musik. Foto: Shutterstock

Pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah adalah suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan sarana internet dan berbasis elektronik. Berbagai aplikasi sudah disiapkan untuk membantu menunjang pembelajaran jarak jauh seperti Google Classroom, Zoom Meeting, dan lain sebagainya. Dengan adanya aplikasi-aplikasi tersebut para pengajar dan pelajar dapat berkomunikasi dengan cara yang mudah.

Sejak akhir tahun 2019 warga dunia dikejutkan oleh terjadinya sebuah penularan virus SARs-CoV-2 atau yang biasa kita sebut dengan COVID-19. Virus ini menyerang sistem pernapasan yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Merebaknya penyebaran virus COVID-19 di Indonesia membuat semuanya menjadi terhalang dikarenakan semua masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah seperti menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan, serta menghindari kerumunan.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengendalikan pandemi COVID-19 ini seperti melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Oleh sebab itu, maka pemerintah juga menyarankan untuk melakukan segala sesuatunya dari rumah seperti bekerja dan belajar dari rumah. Penggunaan teknologi di masa pandemi sangat dibutuhkan dalam dunia pekerjaan serta pendidikan. Dengan pembelajaran secara daring kini belajar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Hal ini dapat memotivasi para pelajar untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan lebih luas lagi.

Saat ini pembelajaran jarak jauh menjadi pilihan satu-satunya dikarenakan adanya pandemi. Pembelajaran jarak jauh adalah suatu pendekatan pembelajaran yang pada pelaksanaannya tidak bertatap muka langsung di kelas. E-Learning digunakan dalam kondisi seperti ini, karena berbasis internet yang artinya tidak perlu datang ke sekolah atau kampus untuk bertatap muka langsung dengan pengajar. Contoh beberapa alat yang bisa dipakai mulai dari email, e-portofolio, animasi, tautan video hingga jejaring sosial seperti Facebook, Whatsapp Messenger, Youtube, Google Classroom, Edmodo, dan sebagainya. Oleh karena itu, E-learning menjadi pilihan karena dapat menghemat waktu, biaya dan fleksibel.

Pembelajaran jarak jauh atau E-learning ada tiga kemungkinan dalam pengembangan pembelajaran berbasis internet yaitu Web Course, Web Centric Course, dan Web Enhanced Course. Dalam situasi seperti ini pengembangan yang dipakai adalah Web Course, karena tidak diperlukannya tatap muka dan E-learning ini sendiri lebih mudah belajar di mana saja, lebih mandiri dalam belajar, lebih aktif dalam belajar.

Karena sedang menghadapi perkembangan teknologi, tantangan globalisasi di masa depan, serta untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional, sebagaimana dirumuskan dalam UU No. 30 Tahun 2003 Pasal 3; potensi pengembangan siswa untuk menjadi seorang yang kreatif, mandiri dan berprestasi. Penggunaan teknologi telekomunikasi informasi dalam pembelajaran dibagi ke dalam empat tahap.

Pertama, emerging adalah tahap awal menyadari betapa pentingnya teknologi untuk belajar.

Kedua, applying adalah pengaplikasian teknologi sebagai objek untuk dipelajari.

Ketiga, integrating adalah pengintegrasian ke dalam kurikulum. Keempat, transforming adalah tahap paling ideal karena teknologi informasi telah menjadi katalis bagi evolusi pendidikan.

Adapun beberapa manfaat serta kelebihan pembelajaran jarak jauh atau E-learning antara lain adalah:

1. Meningkatkan partisipasi aktif.

2. Meningkatkan kemampuan untuk belajar mandiri.

3. Meningkatkan kualitas materi yang akan disampaikan.

4. Meningkatkan kemampuan untuk menampilkan informasi menggunakan perangkat teknologi informasi.

5. Lebih mudah diserap dan dimengerti.

6. Lebih efektif dalam biaya.

7. Jauh lebih singkat.

Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran jarak jauh atau E-learning melalui media atau aplikasi Whatsapp atau Google Classroom biasanya pengajar mempersiapkan materi pembelajaran dan tugas-tugas yang akan diberikan.

Materi yang diberikan bisa berupa video, e-modul, media presentasi, resume dan yang lainnya. Sedangkan pelajar menyetorkan tugasnya dengan cara mengirimkan via grup Whatsapp atau Google Classroom dalam bentuk file atau video, karena belum banyak yang melakukannya sejak lama, terkadang pengajar atau pelajar mengalami kesulitan menggunakan aplikasi E-learning dalam mengirimkan tugas atau materi pembelajaran. Tetapi seiring berjalannya waktu pada akhirnyba pengajar dan pelajar dapat terbiasa menggunakan aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh.

Adapun kekurangan penerapan E-Learning ini yaitu :

1. Keterbatasan akses internet.

Ada beberapa orang yang berada di daerah yang tidak dapat jangkauan internet secara stabil, maka akan sulit untuk mengakses layanan E-Learningnya.

2. Pemahaman terhadap materi

Materi yang diajarkan oleh guru maupun dosen dalam E-Learning ini ada beberapa yang merespons ada juga yang tidak merespons. Hal ini dikarenakan pemahaman atau kemampuan yang berbeda – beda.

Penerapan metode pembelajaran jarak jauh ini merupakan solusi yang sangat tepat terhadap aktivitas pembelajaran selama pandemi. Memang diawal pandemi, model pembelajaran ini sulit untuk dijangkau namun seiring berjalannya waktu, model pembelajaran ini sudah menjadi hal yang biasa sehingga sekarang menjadi hal yang mudah untuk belajar. Metode pembelajaran yang diterapkan juga sangat efektif dan efisien.

Berdasarkan pengalaman yang saya rasakan yaitu PJJ dalam masa pandemi, awalnya sangat berat sekali rasanya tidak seperti dulu, dulu kita dapat berjumpa dan belajar bersama dengan teman-teman secara offline , namun saat pandemi ini berlangsung semua kegiatan hanya bisa dilakukan secara online. Memang dalam pembelajaran jarak jauh ini memiliki beberapa pro dan kontranya.

Jujur, pembelajaran jarak jauh ini sangatlah menyenangkan, ada senang dan susahnya. Susahnya itu ketika kita kurang paham terhadap materi yang diberikan. Nah dengan PJJ ini kita dapat mengeksplorasi lebih luas atau lebih dalam tentang materi yang diberikan. Salah satu kelebihan dari PJJ i yaitu meningkatkan kemampuan kita dalam menggunakan perangkat teknologi dengan baik.

Oleh karena itu, jangan habiskan waktu luang kita hanya untuk bermain game atau bermain media sosial saja, tetapi manfaatkan waktu luang kita untuk mencari lebih dalam atau lebih luas tentang ilmu atau materi yang diberikan oleh dosen atau guru. Agar kita memiliki wawasan yang lebih luas tentang ilmu yang diberikan.

Namun, ada juga kelemahan atau kekurangan tentang Pembelajaran jarak jauh ini yaitu masalah besarnya mungkin koneksi internet. Saya sering mengalami masalah ini ketika sedang hujan yang menyebabkan koneksi internet menjadi tidak stabil. Penerapan pembelajaran jarak jauh secara online ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi mahasiswa atau siswa yaitu pembelajaran jarak jauh memiliki fleksibilitas waktu d alam pelaksanaanya.

Semoga virus Covid 19 ini cepat hilang dan kita dapat bertemu kembali dan belajar bersama-sama di kampus.

Pembelajaran melalui Google Meet. SUMBER : milik sendiri