Pandemi, Stay at Home Hanya Untuk Orang Tua?

Mahasiswi LSPR Communication and Business Institute Jakarta
Tulisan dari Christabella tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah munculnya pandemi Virus Corona di Indonesia, pemerintah menetapkan berbagai regulasi sebagai cara perlindungan diri agar tidak terinfeksi COVID-19. Namun dari semua regulasi yang diterapkan, stay at home merupakan cara yang paling sering diacuhkan dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat terutama anak muda.
Banyak anak muda yang berpendapat bahwa stay at home hanya untuk orang tua yang lebih rentan terinfeksi virus. Mereka berpikir bahwa mereka memiliki sistem imun yang lebih kuat sehingga lebih minim potensinya untuk terinfeksi COVID-19, dimana pernyataan tersebut adalah salah. Setiap orang, dari segala umur, memiliki potensi yang sama dalam terinfeksi oleh Virus Corona. Dengan tetap berada di rumah, kita bisa menghentikan penyebaran dan melindungi diri dari Virus Corona.
Selain menjadi cara yang paling ampuh dalam memutus rantai penyebaran virus, ternyata ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari stay at home, terutama anak muda.
1. Pengembangan diri secara maksimal
Kalau bukan karena pandemi, rasanya mustahil kita bisa memiliki waktu banyak di rumah. Kita bisa memanfaatkan kondisi ini untuk mengembangkan diri yang mungkin tidak pernah sempat dilakukan karena kesibukan atau rutinitas kita selama ini. Pengembangan diri yang dimaksud ialah menemukan hobi dan talenta baru.
Dengan banyak waktu dirumah, kita bisa mencoba hal-hal baru misalnya memasak, membuka bisnis kecil, menekuni olahraga, belajar hal baru, dan masih banyak lagi. Gunakan waktu luang untuk menggali potensi diri dengan mempelajari hal-hal baru melalui internet dan sosial media. Dengan begitu, stay at home memberi banyak manfaat apabila kita mempergunakannya secara bijak.
2. Melatih keterampilan dalam manajemen waktu
Siapa bilang dirumah kita tidak bisa melatih soft-skill? Justru, saat stay at home inilah, kesempatan terbesar kita untuk bisa melatih kemampuan manajemen waktu.
Di situasi stay at home ini, segala sesuatu menjadi lebih fleksibel misalnya jadwal aktivitas, jam kerja, jam belajar, dan lain-lain. Sehingga kita memerlukan yang namanya manajemen waktu agar segala sesuatu dapat berjalan dengan baik. Kita dilatih untuk bisa membagi waktu kerja atau belajar (kegiatan produktif), waktu pribadi (me-time), waktu makan, dan waktu istirahat. Ketika kita bisa mengatur waktu kita dengan baik, maka soft-skill kita juga terlatih walaupun saat berada di rumah. Sehingga saat kondisi kembali normal dan kita kembali ke rutinitas semula, kita tidak akan kewalahan dalam mengatur waktu dan menyesaikan diri dengan rutinitas baru.
3. Kesempatan memperbaiki keuangan pribadi
Dengan stay at home, kita tentu mengurangi biaya pengeluaran seperti jajan, jalan-jalan, pergi makan diluar, biaya transportasi, dan sebagainya. Sehingga menjadi kesempatan bagi kita untuk menabung dan menstabilkan keuangan pribadi.
Hal yang bisa kita lakukan adalah mengatur finansial sebijak mungkin dengan mengutamakan prioritas dan juga dengan menabung atau dengan menginvestasikan sebagian tabungan.
Pandemi, Stay at Home Hanya Untuk Orang Tua?
4. Meningkatkan relasi dalam keluarga
Stay at home membuat kita memiliki banuak waktu bersama keluarga. Hal ini bisa menjadi kesempatan kita untuk meningkatkan relasi dalam keluarga. Mungkin sebelumnya, hanya sedikit waktu yang bisa diluangkan untuk keluarga karena aktivitas dan kesibukan, namun dengan stay at home kita bisa meluangkan waktu bersama keluarga dan membangun kemesraan antar anggota keluarga.
5. Melindungi orang tersayang
Stay at home merupakan cara terampuh dalam melindungi diri dari infeksi COVID-19. Tapi tidak hanya diri sendiri, dengan stay at home kita juga menyelamatkan nyawa orang lain. Mengapa?
Sebagai contoh, seorang anak mengabaikan untuk tetap berada dirumah, sehingga ia memilih untuk tetap berpergian keluar walaupun sudah mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan. Tanpa disadari, anak ini terinfeksi COVID-19 dan menjadi salah satu OTG (Orang Tanpa Gejala). Ketika dirumah, ia menularkan virus tersebut ke orang tuanya yang selama ini tetap berada dirumah. Sangat disayangkan, orangtua dari anak ini ikut terinfeksi COVID-19 dan meninggal akibatnya.
Penggambaran diatas merupakan salah satu contoh dari pengabaian gunanya tetap dirumah selama pandemi. Tidak hanya untuk melindungi diri sendiri, namun dengan berada dirumah kita bisa melindungi dan menyelamatkan orang yang kita sayangi.
Ternyata, ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari stay at home bagi anak muda. Walaupun jenuh dengan tetap berada dirumah, namun sisi positif dan manfaat yang bisa kita dapatkan dari stay at home jauh lebih bernilai dan berharga. Yuk, sebagai anak muda kita lakukan bagian kita.
