Lapas Takalar Sukseskan Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan 2025

Seluruh konten di dalam media ini sepenuhnya dikelola oleh Humas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari HUMAS Lapas Takalar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Takalar, INFO_PAS- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar berpartisipasi dalam kegiatan perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan 2025 di Lapas Kelas I Makassar. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Fatmawati Rusdi, secara resmi membuka kegiatan ini.
Mengusung tema "Tangguh dalam Cobaan, Tumbuh dalam Pembinaan", kegiatan ini menjadi ajang pembinaan mental, spritual, dan kedisiplinan bagi warga binaan yang turut serta dalam kegiatan ini.
Menyukseskan kegiatan ini Lapas Takalar mengirim sepuluh warga binaan dari Gugus Depan (Gudep) Dimas untuk mengikuti kegiatan perkemahan yang berlangsung selama tiga hari, 18 - 19 September 2025. Warga binaan sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Kepala Lapas Takalar, Mansur, mengatakan jika kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan warga binaan, karena warga binaan akan dibentuk mental, spritual, dan kedisiplinannya. "Kami mendukung kegiatan ini. Kami berharap dengan ikut kegiatan positif semacam ini, warga binaan punya pengalaman yang akan berdampak positif bagi kehidupan mereka baik selama berada di dalam lapas ataupun setelah bebas nantinya," ujar Mansur, Jumat (19/9/2025).
Mansur menambahkan jika kegiatan ini merupakan sarana untuk menanamkan nilai kebersamaan dan nasionalisme bagi warga binaan. "Warga binaan yang mengikuti perkemahan akan mengikuti beberapa kegiatan, tentunya selain membentuk karakter mereka, kegiatan ini akan memperkuat nilai kebersamaan dan nasionalisme, karena di beberapa perlombaan mereka dituntut untuk bekerja sama atau bergotong royong menyelesaikan tantangan," tambahnya.
Salah seorang warga binaan, Nur Radif, merasa senang ikut kegiatan ini karena menurutnya kegiatan ini selain menumbuhkan kebersamaan, juga memberikan pengalaman baru bagi dirinya. "Mengikuti kegiatan ini mengingatkan saya kembali ke masa ketika mengikuti pramuka. Meski berada di dalam lapas, kami masih diberikan ruang untuk mengekspersikan segala pemahaman keparamukaan yang pernah kami peroleh dulu," jelasnya.
