kumparan
5 Mar 2019 18:19 WIB

325 Ribu Rumah Pakai Gas Bumi, Impor LPG Terpangkas Rp 18 M per Bulan

Ilustrasi Jaringan Gas Rumah Tangga. Foto: Sejati Nugroho/kumparan
Penggunaan gas bumi melalui sambungan jaringan gas bumi (jargas) ke rumah tangga terus digalakkan pemerintah. Tujuannya untuk memaksimalkan potensi gas bumi dan mengurangi impor LPG, dengan begitu negara bisa menghemat anggaran subsidi untuk LPG 3 kg.
ADVERTISEMENT
Kepala Seksi Akun Pengaturan dan Tarif BPH Migas, Raden Mas Irawan Bayu Kusuma, mengatakan bahwa hingga akhir 2018 sudah ada 325.773 rumah tangga yang menggunakan jargas. Dengan jumlah tersebut, impor LPG dapat dipangkas Rp 18,08 miliar per bulan.
"Pengurangan impor LPG, datanya 2.831 ton per bulan atau Rp 18,08 miliar per bulan, realisasi tahun lalu," katanya Irawan di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Selasa (5/3).
Konsumsi LPG per tahunnya mencapai 6-7 juta ton. Sementara di dalam negeri, produksi LPG hanya 2 juta ton. Karena itu, kata dia, sepanjangan 2018, beban impor LPG mencapai 5 juta ton.
Untuk menanggulanginya, pemerintah terus mendorong penggunaan gas bumi dengan memperpanjang sambungan pipa gas bumi ke rumah tangga.
ADVERTISEMENT
Mulai tahun ini hingga 2025, Indonesia bakal membangun sambungan jargas ke 4,7 juta rumah tangga. Aturan ini merupakan implementasi dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil yang diterbitkan Presiden Joko Widodo pada 23 Januari 2019 lalu.
"Diharapkan dengan adanya progres yang masif, akan ada anggaran dari APBN, dan partisipasi aktif dari badan usaha penugasan, itu akan menambah jumlah jaringan yang ada saat ini sehingga akan kurangi impor LPG," ucapnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan