Kumparan Logo

700 Hunian Sementara untuk Korban Gempa Lombok dari BNI

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Sedikitnya 700 Hunian sementara (Huntara) telah dibangun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) untuk korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tempat tinggal semi permanen ramah gempa tersebut hasil sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Secara total, 1.500 unit hunian sementara yang jauh lebih layak dibandingkan tenda darurat ini kini telah berdiri di 18 lokasi terdampak gempa dan mampu menampung setidaknya 1.500 keluarga korban bencana.

Salah satu lokasi dengan jumlah Huntara terbanyak adalah Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu sebanyak 200 unit Huntara dan Desa Sajang sebanyak 127 unit Huntara.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto mengatakan, Huntara yang telah dibangun oleh beberapa BUMN telah mencapai 1.500 unit di seluruh NTB yang terdampak bencana gempa. Sebanyak 700 unit di antaranya dibangun di Kecamatan Sembalun. BNI menjadi koordinator pembangunan 700 unit Huntara di Sembalun tersebut, sebagai kolaborasi dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Adapun untuk proses konstruksinya berkolaborasi dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Hunian ini juga langsung mendapatkan penerangan dengan teralirkannya listrik oleh PLN.

Hunian sementara (Huntara) BNI di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB. (Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan)

"Ini merupakan hasil kerja bersama BUMN. Anti gempa, ini hunian sementara. Seminggu setelah gempa kemarin, kita langsung bangun. Kita bangun 700 unit sekitar 1,5 bulan,” kata Catur di Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB, Selasa (23/10).

Huntara tersebut tersebar di Desa Sembalun Bumbung, Desa Sembalun Timbal Gading, Desa Sembalun, Desa Sajang, Desa Sembalun Lawang, dan Desa Bilok Petung. Huntara ini dibangun seluas 4,8x4,8 meter persegi dengan nilai per unitnya sekitar Rp 9,8 juta. Bangunan dibuat lebih rapat karena mengantisipasi besarnya tekanan angin di lokasi sekitar. Huntara ini di dalamnya berisi satu kamar, ruang keluarga, dan dapur.

“Ini listrik dari PLN. Kita membuat konstruksi lebih rapat karena angin besar, kita buat tidak satu tapi jajaran lima rumah (menempel), tujuannya biar kuat, kalau dibikin satu-satu (terpisah) kena angin bahaya,” katanya.

Catur menjelaskan, sejak awal masa pemulihan, BUMN telah bergerak cepat memulihkan berbagai macam layanan untuk masyarakat terdampak gempa. Seperti layanan telekomunikasi, energi, perbankan, kelistrikan, bantuan logistik, pelayaran, penerbangan hingga kesehatan.

Warga Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB di Hunian Sementara (Huntara) BNI. (Foto: Dewi Rachmat Kusuma/kumparan)

Pada saat bencana baru saja melanda NTB, berbagai BUMN sempat juga sempat menyalurkan tenda-tenda darurat sebagai hunian sangat sementara sebelum unit-unit Huntara berdiri. BNI mengirimkan tenda ukuran 4 x 6 meter dan tenda peleton berukuran 14 x 6 meter di Sembalun.

BNI juga menyediakan 2 unit Dapur Umum, membangun 3 unit Sekolah Darurat, dan mengirimkan 50 relawan. Sebanyak 10.000 selimut dan ratusan jaket pun terkirim sejak masa tanggap darurat dimulai.