kumparan
9 Mei 2019 11:19 WIB

Bandara-bandara yang Sepi dan Merugi Akibat Tiket Pesawat Mahal

Ruang tunggu Bandara Ahmad Yani, Semarang, yang sepi dari penumpang. Foto: Dok. Alvin Lie
Masyarakat masih mengeluhkan mahalnya harga tiket pesawat yang terjadi sejak akhir tahun 2018 lalu. Mahalnya harga tiket, membuat suasana sejumlah bandara lebih sepi karena penumpang yang bepergian dengan pesawat lebih sedikit.
ADVERTISEMENT
Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero), Devy W Suradji, mengungkapkan penurunan jumlah penumpang di bandara-bandara yang dikelolanya. Dari 13 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I atau AP I, terjadi penurunan jumlah penumpang sebanyak 3,5 juta orang pada triwulan I tahun ini.
"Itu yang menggunakan pesawat lho. Bukan yang berkunjung ke bandara saja," kata Devy di Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo, Selasa (7/5).
Salah satu bandara yang dikelola AP I, adalah Bandara Ahmad Yani di Semarang. Communication and Legal Section Head Bandara Internasional Ahmad Yani, Ahmad Danar S, mengungkapkan pada rentang November 2018-Februari 2019 yang seharusnya merupakan peak season karena mencakup libur Natal dan Tahun Baru, jumlah penumpang justru turun sekitar 14 persen dibandingkan 4 bulan sebelumnya (Juli-Oktober 2018).
Devy Suradji, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I. Foto: Bella Cynthia / kumparan
Selain akibat mahalnya harga tiket pesawat, dia menduga turunnya jumlah penumpang juga disebabkan sudah beroperasinya ruas jalan tol Trans Jawa. Sehingga akses transportasi jalur darat lebih mudah dan cepat.
ADVERTISEMENT
Sementara itu meski belum terjangkau Tol Trans Sumatera, penurunan jumlah penumpang juga terjadi di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau. Tren penurunan sudah terjadi setidaknya dalam 4 bulan pertama tahun ini.
Suasana Bandara Sultan Syarif Kasim II yang sepi penumpang akibat mahalnya harga tiket pesawat. Foto: Antara/Ronny Muharman
Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait, mengungkapkan penurunan jumlah penumpang itu telah membuat bandara yang dikelolanya di bawah manajemen PT Angkasa Pura II (Persero), merugi hingga Rp 12 miliar.
“Rata-rata kerugian mencapai Rp 3 miliar per bulan. Dan ini sudah berlangsung selama empat bulan terakhir. Jadi total kerugian setidaknya sudah Rp 12 miliar,” katanya seperti dilansir Antara.
Counter check in maskapai Citilink di Bandara Ahmad Yani yang sepi penumpang. Foto: Antara/Aji Styawan
Penurunan penumpang akibat mahalnya harga tiket pesawat, juga terjadi di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh. Yang sempat menghebohkan, tiket penerbangan rute Aceh-Jakarta atau sebaliknya, bahkan lebih mahal dibandingkan rute Aceh-Jakarta melalui transit di Kuala Lumpur.
ADVERTISEMENT
Executive General Manager Bandara SIM, Yos Suwagiyono mengungkapkan, jumlah penumpang di bandara itu turun sekitar 30 persen.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·