BI Dorong Industri Tekstil hingga Alas Kaki jadi Prioritas

Bank Indonesia (BI) memilih tiga sektor manufaktur unggulan yang menjadi prioritas untuk didorong pertumbuhannya. Ketiga sektor tersebut adalah tekstil dan produk turunan tekstil (TPT), otomotif, dan alas kaki.
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, tiga sektor ini dipilih lantaran dinilai memiliki daya saing di pasar global.
“Sekarang kita ingin fokus ke tiga sektor, yakni otomotif, TPT, dan alas kaki. Tiga sektor ini kami yakin sudah punya daya saing, ekspor mereka tercatat lebih tinggi dibanding impor. Ini yang akan kita dorong, baru nanti akan terbuka pengembangan ke sektor-sektor lain,” katanya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (4/9).
Sebelumnya, lanjut dia, Kementerian Perindustrian menetapkan lima sektor industri unggulan dalam peta jalan 4.0 seperti tekstil, makanan dan minuman, otomotif, kimia dan elektronik.
Dengan penetapan tiga sektor prioritas ini, dia berharap kinerja sektor manufaktur semakin cemerlang. Dia juga menargetkan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor manufaktur pada PDB nasional pada 2020-2024 mencapai 19,3 persen.
Saat ini, sektor manufaktur, dalam PDB pada triwulan kedua tahun ini tumbuh mencapai kisaran 3,2 hingga 3,3 persen.
Padahal, sektor manufaktur harusnya bisa mencapai pertumbuhan hingga 6-7 persen.
“Tidak salah jika ekonomi kita hanya tumbuh di kisaran 5 persen saja di tahun 2019,” tambahnya.
Sementara itu, kontribusi ekspor produk manufaktur terhadap total ekspor nasional sampai 2024 diharapkan bisa mencapai 75,9 persen.
