Kumparan Logo

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,17 Persen Tertinggi Sejak 2014

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
BPS konpers rilis metode penghitungan produksi beras. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
BPS konpers rilis metode penghitungan produksi beras. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan

Pertumbuhan ekonomi selama 2018 sebesar 5,17 persen, angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 5,07 persen.

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi selama tahun lalu tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2014. Adapun pada 2014 ekonomi hanya tumbuh 5,01 persen, 2015 sebesar 4,88 persen, 2016 sebesar 5,03 persen, dan 2017 sebesar 5,07 persen. "Pertumbuhan ekonomi 5,17 persen tertinggi sejak 2014, kalau 2013 kan masih 5,56 persen, jadi tertinggi sejak 2014," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, di kantornya, Jakarta, Rabu (6/2). Namun demikian, realisasi pertumbuhan ekonomi 2018 tersebut meleset dari target dalam APBN 2018 yang sebesar 5,4 persen. Bahkan realisasi tersebut juga dinilai jauh mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen. Perekonomian sepanjang tahun lalu masih didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,05 persen, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 4,94 persen. Selanjutnya juga masih didorong oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 6,67 terhadap PDB. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 yang hanya 6,15 persen. Namun demikian, konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 9,08 persen terhadap PDB. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan 2017 yang sebesar 6,93 persen.

Kepala BPS Suharyanto Foto: Nadia Riso/kumparan

"Meski LNRPT ini tinggi, tapi kontribusinya hanya 1,26 persen. Ini dipicu Pemilu serentak, banyak yang partisipasi di medsos, safari politik, itu terjadi bergerak. Saya pikir ini masih akan tinggi di kuartal I 2019," kata Suhariyanto. Konsumsi pemerintah selama 2018 tumbuh 4,8 persen terhadap PDB. Ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang tumbuh 2,13 persen terhadap PDB. Ekspor selama tahun lalu tumbuh 6,48 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Angka ini melambat dibandingkan tahun 2017 yang tumbuh 8,91 persen. Sementara impor sebagai pengurang pada sektor pengeluaran ekonomi justru tumbuh signifikan 12,04 persen. Angka ini meningkat dibandingkan dengan 2017 yang tumbuh 8,06 persen.