Bukit Asam dan Antam Patungan Bangun Pembangkit Listrik di Halmahera

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membuat perusahaan patungan dengan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM). Pembentukan perusahaan baru dilakukan untuk membangun pembangkit listrik.
Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, mengatakan proyek pembangkit listrik ini bakal berdiri di Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Listrik nantinya akan dipasok ke pabrik feronikel milik Antam.
"Kerja samanya bangun proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang akan digunakan Antam untuk mendukung smelternya di Halmahera Timur. Saat ini feasibility study (FS) sudah selesai, dilanjutkan dengan pembentukan JVC (Joint Venture Company)," kata dia dalam paparan kinerja 2018, Jakarta, Senin (11/3).
Tak hanya PLTU, proyek ini juga kombinasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Adapun kapasitas listriknya, untuk PLTU 3X60 MW dan PLTD 3X17 MW.
Arviyan mengatakan proyek ini butuh dana sekitar USD 350 juta. Jumlah konsumsi batu bara untuk PLTU diperkirakan sebesar 0,65 juta ton per tahun. Untuk porsi proyeknya, kata dia, 75 persen PTBA dan 25 persen Antam.
"Untuk komersialnya sih secepatnya ya. Pertengahan 2023 kita harap bisa beroperasi," jelasnya.
Secara keseluruhan, PTBA mengeluarkan biaya investasi tahun ini senilai Rp 6,47 triliun. Rinciannya, Rp 1,13 triliun untuk investasi rutin dan sisanya rp 5,34 triliun untuk investasi pengembangan termasuk pembangunan pelabuhan. Tujuannya untuk optimalisasi pengangkutan batu bara ke depannya.
