BUMN Bantah HUT untuk Kampanye: Ada Eks Petinggi Sakit Hati Dicopot

Kementerian BUMN menepis isu acara hari ulang tahun yang rencananya digelar Sabtu (13/4) digunakan untuk kepentingan kampanye capres nomor urut 01 Joko Widodo.
Ketua Forum Humas BUMN, Rohan Hafas mengatakan, isu tersebut mencuat diduga karena ada bekas petinggi BUMN yang tak senang dengan HUT BUMN, karena baru dicopot dari jabatannya.
“Jadi intinya kami itu cuma ingin berulang tahun, tapi kayaknya ada orang bekas petinggi BUMN yang sakit hati karena baru dicopot dari jabatannya secara mendadak,"ujar Rohan dalam keterangan resmi Kementerian BUMN yang diterima kumparan, Selasa (9/4).
Isu HUT BUMN yang sekaligus dijadikan ajang kampanye tersebut berseliweran di media sosial, usai Muhammad Said Didu --eks komisaris PT Bukit Asam--, mengunggah postingannya terkait hal tersebut.
Meski begitu, Rohan tak ingin mengomentari isu yang dihembuskan tersebut.
"Kami tidak mau mengomentari isu-isu kosong yang dilontarkannya,” kata Rohan.
Rangkaian HUT BUMN sudah dimulai sejak Februari 2019 dengan promosi aktivasi aplikasi LinkAja. Selain itu ada juga kegiatan kerja bakti antara BUMN dan masyarakat untuk melakukan bersih-bersih lingkungan dan mengadakan kelas-kelas kreatif maupun magang bersertifikat 11 ribu kesempatan magang kepada universitas-universitas di berbagai daerah seluruh Indonesia, khususnya daerah kecil seperti Ciamis, Tasikmalaya, dan lainnya.
Puncak HUT rencananya akan digelar pada Sabtu (13/4) di Monas atau Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Namun karena bertepatan dengan kegiatan kampanye Jokowi-Ma'ruf di GBK, maka digeser ke Semarang pada Minggu (14/4).
