Pencarian populer
Cerita ABG Raup Omzet Rp 15 juta Per Bulan dari Bisnis Undangan Online
5 November 2018 9:46 WIB
0
0
Bisnis jasa pembuatan undangan pernikahan digital. (Foto: Instagram/@undanganonlineku)
Undangan online untuk pernikahan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Aktivitas yang serba digital membuat segala sesuatu bisa dilalukan cepat tanpa perlu bergerak, termasuk menyebarkan undangan pernikahan, utamanya bagi kerabat yang jauh tempat tinggalnya.
Adalah Najudin, ABG berusia 19 tahun, yang mencoba memanfaatkan peluang usaha ini. Melihat undangan pernikahan cetak yang membutuhkan waktu lebih lama bagi pembuat, juga bagi si calon pengantin untuk menyebarkan kabar bahagia, dia membuat undangan digital yang dipasarkan di Instagram dengan akun @undanganonlineku.
Dengan prinsip 'setiap hari pasti atau setiap minggu pasti ada pasangan yang menikah', bisnis Najudin membuat undangan online dalam bentuk gambar dan video ini pun laris manis. Baru satu tahun memulai, omzetnya Rp 10-15 juta per bulan, dengan keuntungan lebih dari Rp 7 juta per bulan.
“Kalau dirata-rata per bulannya bisa sampai Rp 7 juta lebih per bulan. Kadang rata-rata bisa sampai Rp 15 juta per bulan pendapatan bersih saya kalau lagi musim nikah,” kata dia saat dihubungi kumparan, Senin (5/11).
Lalu berapa modal untuk membangun bisnis ini?
Najudin mengungkapkan, modal yang dia keluarkan di awal sebenarnya cukup besar, sebab dia harus membeli peralatan komputer beserta software yang original. Dia menghitung, untuk membeli komputer awal seharga Rp 8 juta, software corel draw Rp 7 juta, software sony vegas promo Rp 400 ribu.
“Lalu langganan ornamen atu vector premium di situs luar negeri Rp 1,8 juta per bulan. Jadi kira-kira total Rp 17,5 juta,” kata dia.
Modal yang besar ini berasal dari tabungannya sendiri. Ia mengungkapkan, modal itu didapatkan dari gaji yang diberikan ayahnya yang lebih dulu menggeluti bisnis undangan pernikahan, hanya saja berbentuk cetak atau fisik.
Modal lain yang diperlukan adalah keahlian dalam menguasai teknik editing dan menggunakan software. Tapi itu sudah dikuasai dirinya sejak SMP saat membantu ayahnya membuat undangan cetak.
Bisnis jasa pembuatan undangan pernikahan digital. (Foto: Instagram/@undanganonlineku)
Meski modal di awal lumayan mahal, diakui Najudin, biaya operasional dan produksi sehari-hari justru lebih murah ketimbang bisnis ayahnya. Per bulannya, selain harus membayar langganan ornamen dari luar negeri, dia hanya perlu bayar listrik Rp 150 ribu, wifi Rp 330 ribu, dan upgrade komputer Rp 1 juta-3 juta.
Sementara untuk bahan-bahan kertas, jelas dirinya tidak perlu. Hal ini juga yang membuat keuntungan yang diterimanya lebih besar dari bisnis ayahnya sendiri. Beda penghasilan yang didapat per bulannya mencapai 50 persen.
“Untuk pendapatan, masih banyak saya. Soalnya pengeluaran saya cuma sedikit. Tapi kalau dihitung omzet jelas tinggi bapak saya, soalnya ada pengeluaran untuk biaya kertas, tinta, listrik, dan lainnya. Setahu saya pendapatan bersih bapak saya sekitar Rp 5-7 juta per bulan,” tutur Najudin.
Lalu berapa harga jual undangan online yang ditawarkan Najudin?
Bisnis jasa pembuatan undangan pernikahan digital. (Foto: Instagram/@undanganonlineku)
Untuk per gambar, dihargai Rp 40 ribu dan video Rp 70 ribu. Tapi, jika konsumen meminta desain sendiri dan tambahan seperti ada denah rumah, cerita bagaimana kedua calon pengantin itu bertemu, biayanya akan bertambah. Harga paling mahal yang pernah diberi adalah Rp 160 ribu.
Kebanyakan para konsumennya, diakui Najudin, memesan undangan dalam bentuk video. Video dan gambar undangan digital ini dikerjakan oleh dirinya dan 2 karyawan freelance tanpa harus ada kantor alias bisa dikerjakan di mana saja. Saat ini, orderan per hari yang dia kerjakan bisa mencapai 20 undangan online.
Najudin mengaku bisnis barunya ini terpisah dari bisnis percetakan undangan fisik milik ayahnya. Meski ayahnya masih setia dengan undangan fisik, dia melihat prospek bisnis undangan pernikahan secara online sangat bagus ke depannya.
“Saya rasa ini sangat menjanjikan di era industri 4.0. Prediksi saya nanti undangan digital ini benar-benar bisa menggantikan undangan cetak. Apalagi setiap hari ada orang yang menikah kan,” jelasnya.
Tertarik mencoba bisnis ini? Atau tertarik memesan undangan online untuk rencana pernikahan kamu?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: