Kumparan Logo

Ekspor RI Selama Februari 2018 Turun Menjadi Rp 193,7 Triliun

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bongkar Muat Peti Kemas. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bongkar Muat Peti Kemas. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor selama Februari 2018 mencapai USD 14,10 miliar atau skeitar Rp 193,7 triliun (kurs Rp 13.700) mengalami penurunan 3,14% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm), namun naik 11,76% secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, berdasarkan jenis barangnya, ekspor di sektor industri pengolahan tercatat paling besar, mencapai USD 10,2 miliar, atau naik 4,28% (yoy).

Disusul sektor pertambangan dan lainnya yang mencapai USD 2,27 miliar atau baik 68,18% (yoy), dan sektor migas sebesar USD 1,39 miliar atau naik 16,09% (yoy).

Sementara itu, barang ekspor di sektor pertanian hanya sebesar USD 0,24 miliar, atau mengalami penurunan 8,81% (mtm) dan turun 16,81% (yoy).

"Ekspor pertanian turun komoditasnya yaitu ekspor sarang burung, kopi, tanaman obat dan aromatik, serta rempah," kata Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (15/3).

Adapun negara tujuan ekspor masih didominasi China sebesar 15,36% dengan nilai USD 3,98 miliar, disusul Amerika Serikat (AS) 10,91% dengan nilai USD 2,83 miliar, dan Jepang 10,22% dengan nilai sebesar USD 2,65 miliar.