Genjot Bisnis Kargo, AP II Ajak Kerja Sama MyIndo Airlines

Tingginya tarif kargo udara atau surat muatan udara (SMU) yang diterapkan maskapai memberikan dampak yang cukup signifikan pada perkembangan bisnis kargo udara. Adanya kenaikan tarif kargo tersebut membuat perusahaan logistik beralih ke cargo freighter sebagai alternatif untuk menjawab kebutuhan pasar kargo udara.
Merespons fenomena tersebut, PT Angkasa Pura Kargo, anak usaha PT Angkasa Pura II, menjalin kerja sama dengan salah satu cargo freighter, My lndo Airlines. Kesepakatan itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Utama Angkasa Pura Kargo Denny Fikri dan Direktur My lndo Airlines Muhammad Ridwan, yang turut dihadiri pula oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin.
"Tingginya pergerakan kargo udara menjadikan cargo freighter sebagai salah satu alternatif dalam memenuhi kebutuhan. Sehingga diharapkan kerja sama ini dapat mengakomodir kebutuhan pasar kargo udara nasional secara optimal," ungkap Direktur Utama Angkasa Pura Kargo, Denny Fikri, di Hotel Mercure, Jakarta, Rabu (20/2).
Adapun rencana kerja sama yang dilakukan antara Angkasa Pura Kargo dan My Indo Airlines antara lain meliputi kegiatan Logistik dan Supply Chain, pengelolaan pergudangan, pemeriksaan keamanan kargo dan pos (RegulatedAgent), pelayanan jasa kargo dan pos lainnya, serta cargo sales agent.
Lebih lanjut Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin, menjelaskan ada tiga hal yang menjadi inti dari kerja sama ini. Pertama, MyIndo Airlines akan mendapat jaminan slot untuk lepas dan tinggal landas di bandara yang dikelola AP II. Sebab slot untuk lepas dan tinggal landas hanya bisa diberikan oleh pihak bandara.
“Pertama soal slot facility. Sebagai cargo freighter butuh jaminan bisa takeoff landing. Itu enggak bisa kalau slotnya enggak ada,” ujar Awaluddin.
Kedua, kerja sama ini juga memberikan jaminan terhadap warehouse facility. Barang-barang yang dibawa oleh cargo freighter juga membutuhkan tempat penyimpanan alias gudang. Untuk itu Awaluddin mengatakan pihaknya melalui Angkasa Pura Kargo (APK) akan membantu MyIndo Airlines untuk mendapatkan kepastian soal penyimpanan dan keamanan barang.
“Karena pas masuk ke bandara butuh kepastian. Kalau landing terus ngeluarin barang, barang taruh dimana? Enggak mungkin di apron kan. Nah itu bisa dibantu APK,” ujarnya.
Dengan adanya dua jaminan tersebut, maka Awaluddin berharap akan menimbulkan dampak positif yaitu adanya kepastian terhadap volume kargo. Sebab dengan adanya jaminan slot dan warehouse tersebut, bisnis cargo freighter bisa lebih terukur dan terarah.
“Teman-teman freighter jadi bisa ngukur, ini saya bisa angkut sekian. Itu opportunity bisnis. Hal ini jadi ukuran penting, hal ini perlu kita jaminkan,” tandasnya.
