Kumparan Logo

Harga Cabai Merah Keriting Masih Mahal, Asosiasi Beberkan Penyebabnya

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cabai rawit dan cabai merah keriting di Pasar Senen, Jakarta (5/11/2018). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cabai rawit dan cabai merah keriting di Pasar Senen, Jakarta (5/11/2018). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Harga cabai merah keriting di pasaran hingga saat ini masih mahal. Berdasarkan infopangan.jakarta.go.id, harga cabai merah keriting pada Minggu (28/7) dibanderol Rp 65.000 per kilogram. Padahal harga normalnya sekitar Rp 30.000 per kg.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid, mengatakan mahalnya harga cabai merah kering disebabkan adanya penurunan pasokan. Saat normal, pasokan cabai keriting merah mencapai 125 ton per hari.

"Kalau sekarang paling 50 persennya enggak ada. Cabai keriting merah di daerah Jawa Timur semakin tipis," kata Hamid kepada kumparan, Minggu (28/7).

Menurut Hamid, penurunan pasokan cabai keriting merah disebabkan lahan untuk menanam yang terus berkurang, khususnya di Pulau Jawa. Saat ini, hampir 60 persen lahan digunakan untuk menanam cabai merah rawit.

"Berkurang lahan cabai keriting. Dari 100 persen kurang 60 persen ada yang diganti cabai merah (rawit keriting) lagi sehingga populasi berkurang. Kondisi kering sekarang memang suplai sedikit itu," jelasnya.

Adapun pengurangan lahan tersebut lantaran dampak dari harga harga cabai keriting merah yang anjlok sekitar 8 bulan lalu. Pada saat itu, harga cabai keriting merah merosot hingga menyentuh Rp 3.000 per kg.

"Jadi cabai (keriting merah) kita murah. Rugi. Petani berganti enggak mau tanam cabai keriting merah," katanya.

Cabai rawit dan cabai merah keriting di Pasar Senen, Jakarta (5/11/2018). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cabai rawit dan cabai merah keriting di Pasar Senen, Jakarta (5/11/2018). Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Dia mengatakan tanaman cabai merah keriting hanya bisa ditanam di dataran tinggi. Adapun beberapa daerah di Pulau Jawa yang memproduksi cabai keriting merah seperti Garut, Majalengka, Purbalingga, dan Banyuwangi.

Persoalan lain yang juga menjadi persoalan yaitu rantai pasok (supply chain). Saat ini ada 7 rantai pasok cabai keriting merah yang berasal dari tingkat petani ke Pasar Induk, Jakarta.

"Nah bagaimana itu membuatnya menjadi 4 atau 5 rantai?" kata Hamid.

Hamid pun memproyeksikan harga cabai keriting merah akan kembali normal pada akhir Agustus. Proyeksi tersebut juga tergantung kondisi cuaca kemarau panjang atau tidak.

"Agustus akhir (turun). Asumsinya kemarau ini ada hujan, ini jangan terlalu kering-kering," pungkasnya.