Kumparan Logo

Harga Cabai Rawit Merah Masih Tinggi, Dijual Rp 100 Ribu per Kg

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemerintah menargetkan harga cabai rawit merah kembali normal dibanderol dengan harga Rp 30.000 per kilogram (kg) - Rp 35.000 per kg jelang panen satu bulan ke depan. Namun, target harga tersebut sampai saat ini belum bisa terwujud di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Seorang pedagang cabai, Suid mengaku masih menjual 1 kg cabai rawit merah dan cabai hijau sebesar Rp 100.000 per kg. Ia membanderol harga tersebut karena saat mengambil dari pedagang besar sebesar Rp 70.000 hingga Rp 85.000.

“Lombok (cabai) masih mahal, saya jualnya mas sampai Rp 100.000 1 kilo,” kata Suid saat ditemui kumparan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (18/8).

Namun, Suid mengatakan harga cabai terkadang mengalami fluktuasi atau tidak menentu. Sehingga tidak jarang menjual cabai di bawah Rp 100.000.

“Tergantung ngambilnya, kadang murah kadang mahal. Saya ikut saja,” ujar Suid.

Untuk menjaga barang dagangannya tetap laku, Suid menyediakan juga dalam wadah plastik. Dalam satu plastik itu dicampur cabai rawit merah dan cabai hijau dijual seharga Rp 5.000.

“Ini yang penting stok ada, orang nyari tidak kecewa juga,” tutur Suid sembari melayani pembeli di depannya.

Sementara itu untuk bawang merah dan putih, Suid mengungkapkan bisa mendapatkan harga yang murah. Sebab, ia mengambil barang tersebut dari temannya di Brebes.

“Ini bawang dari Brebes bisa Rp 15.000 (per kg), kalau jualnya kadang Rp 25.000,” ungkap Suid.

Pedagang merapihkan cabai rawit merah. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Santi, pedang lainnya di Pasar Minggu, juga melakukan hal yang sama. Ia menyediakan dan memecah cabai dalam wadah plastik kecil seharga Rp 5.000.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Tanaman Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengungkapkan, pihaknya optimistis harga cabai kembali normal karena saat ini panen di sejumlah wilayah sudah mulai berlangsung meski belum signifikan.

Panen tersebut antara lain berada di wilayah Blitar, Kediri, Kulon Progo, dan Sleman. Ditargetkan, panen dalam jumlah besar akan berlangsung pada September-Oktober mendatang.

“Sekarang petani sudah mulai tanam lagi, September-Oktober lah sudah panen besar,” ujarnya saat ditemui di Kantornya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (14/8).

Ia tidak menampik kalau harga cabai rawit merah di pasar induk memang masih tinggi yakni di level Rp 70.000-an per kg. Kendati demikian berdasarkan sejumlah informasi yang ia terima, terdapat sejumlah pasar induk yang sudah menjual harga cabai berkisar Rp 63.000 - Rp 65.000 per kg saat Idul Adha.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan harga cabai akan kembali normal dalam waktu dekat. Salah satu faktor penurunan harga disebabkan proyeksi panen dalam dua bulan ke depan.

“Sebentar lagi normal “ pungkasnya.