Investasi Tanpa Riba, Pahami Untung dan Risiko Sukuk Tabungan ST-003

Bagi yang sedang mencari investasi syariah atau tanpa riba, Anda bisa mencoba sukuk tabungan ST-003. Tak perlu modal banyak, Anda cukup bermodalkan mulai Rp 1 juta hingga maksimal Rp 3 miliar. ST-003 ditawarkan oleh Kementerian Keuangan terhitung sejak tanggal 1 sampai 20 Februari 2019 ini. Adapun, nilai imbalan ST-003 minimal 8,15 persen yakni berasal dari suku bunga acuan Bank Indonesia, BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) 6 persen ditambah spread tetap 2,15 persen. Tertarik untuk mencoba? Peneliti di Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, ST-003 termasuk instrumen investasi yang relatif aman. Bukan saja karena dijamin oleh pemerintah yang dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara, namun ST-003 ini juga tanpa riba. "Bagi yang memiliki preferensi investasi tanpa bunga (riba), alternatif sukuk menjadi hal yang paling diminati," katanya kepada kumparan, Minggu (3/2). Keuntungan lainnya, kata Bhima, ST-003 memiliki fasilitas early redemption atau penarikan sebelum masa jatuh tempo. Tak hanya itu, dengan membeli sukuk tabungan ini maka Anda selain berinvestasi juga telah membantu membiayai fasilitas pembangunan negara. "Membeli sukuk artinya membantu untuk mengurangi kepemilikan asing di surat utang pemerintah," lanjut dia.
Ia juga menyebut, cara berinvestasi ST-003 cukup mudah yaitu bisa melalui perbankan hingga platform fintech yang bisa diakses via online. Di antaranya, Bank Mandiri Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Mandiri, BCA, BNI, BRI, Bank Permata, BTN, Modalku, Investree, Tanamduit, dan Bareksa. "Sehingga masuk dalam jangkauan milenial yang ingin mencoba untuk memulai berinvestasi (investor pemula)," ujarnya. Namun, Bhima juga mengingatkan, bagi investor yang mau investasi pada ST-003 juga perlu memahami jika ia berbeda dari sukuk ritel yang bisa diperdagangkan. "Sukuk tabungan tidak dapat diperdagangkan, sehingga fleksibilitas si pemilik untuk mendapatkan keuntungan dari harga jual sukuk tidak ada," katanya. Sehingga, kata dia, bagi investor yang penyuka tantangan atau agresif (high risk high return), membeli sukuk tabungan mungkin saja kurang menarik.
