Kumparan Logo

Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen Patut Disyukuri

kumparanBISNISverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi Foto: Reuters/Beawiharta
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi Foto: Reuters/Beawiharta

Meski mengalami peningkatan, pertumbuhan ekonomi saat ini yang mencapai 5,17 persen meleset dari target yang ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebesar 7 persen. Meski demikian, capaian ini menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap perlu diapresiasi karena dianggap jauh lebih baik ketimbang negara-negara G-20 lain. "Ya patut kita syukuri. Alhamdulillah, 5,17 itu sebuah angka yang baik kalau dibandingkan negara-negara lain. Bandingkan dengan negara-negara lain, yang G-20 loh ya," kata Jokowi usai menghadiri Perayaan Imlek Nasional di Jie Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2). "Kita ini sudah masuk ke dalam masuk ke dalam grup G-20. Yang PDB-nya kita juga lebih USD 1 triliun. Kemudian inflasinya 3,13 juga inflasi yang rendah. Ini patut kita syukuri," lanjutnya. Jokowi menegaskan agar tak ada pihak-pihak yang tak mensyukurinya. Apalagi, dengan kondisi ekonomi dunia yang menurutnya kurang baik. "Kita jangan kufur nikmat, kalau diberi kenikmatan pertumbuhan ekonomi yang di atas 5 Alhamdulillah disyukuri," ujarnya.

embed from external kumparan

Selain pertumbuhan ekonomi yang di atas 5 persen, Jokowi juga menyebut inflasi yang hanya 3,13 persen sebagai capaian positif. "Inflasinya 3,13 juga Alhamdulillah disyukuri karena global ekonomi. Ekonomi dunia ekonomi global juga masih pada posisi yang tidak baik yang tidak menguntungkan kita," lanjutnya. Adapun, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lagi, Jokowi bertekad akan menggenjot ekspor. Investasi juga perlu ditingkatkan. "Kuncinya itu kan cuma dua, mendorong ekspor sebanyak-banyaknya sekaligus mengurangi impor. Dan juga mendorong barang-barang substitusi impor agar diproduksi di dalam negeri," jelasnya. "Yang kedua investasi yang sebesar-besarnya sehingga kita terus memperbaiki menyederhanakan perizinan-perizinan yang ada di pusat maupun di daerah, " tutupnya.