Kumparan Logo

Konsorsium BUMN Ditawari Garap Proyek Jalur Kereta ‎850 Km di Afrika

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stasiun Buaran yang akan rampung pada tahun 2018 merupakan satu dari lima stasiun baru untuk mendukung pengoperasian jalur kereta api dwi ganda atau Double-Double Track (DDT) dan diharapkan dapat memudahkan aktivitas penumpang. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Stasiun Buaran yang akan rampung pada tahun 2018 merupakan satu dari lima stasiun baru untuk mendukung pengoperasian jalur kereta api dwi ganda atau Double-Double Track (DDT) dan diharapkan dapat memudahkan aktivitas penumpang. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Konsorsium BUMN Indonesia, Indonesia Railway Development Incorporated for Africa (IRDIA), mendapatkan tawaran untuk mengerjakan proyek kereta api di 3 negara Afrika, yakni Angola, Zimbabwe, dan Uganda.

Adapun IRDIA merupakan konsorsium yang beranggotakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, dan PT LEN Industri (Persero) yang dibentuk awal tahun ini.

"Ada tawaran dari Angola, Zimbabwe, dan Uganda sepanjang 850 km," ujar Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/8).

Dia merinci, Uganda menawarkan pengerjaan 350 km jalur KA, sementara Angola menawarkan pengerjaan 400 km jalur KA, dan Zimbabwe menawarkan pengerjaan 98 km.

Ilustrasi pekerja rel kereta api Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

"Kami menyambut baik karena WIKA menyasar negara berkembang yang gencar melakukan pembangunan infrastruktur," jelasnya.

Mahendra pun menjelaskan, tawaran dari 3 negara tersebut masih akan dikaji terkait kelaikan proyeknya. Ke depan melalui IRDIA, pihaknya mengincar proyek infrastruktur perkeretaapian lain di Afrika.

"WIKA dengan segera akan menjajaki dan mengkaji lebih lanjut kelayakan rencana proyek infrastruktur perkeretaapian di Afrika," imbuh Direktur Utama WIKA, Tumiyana.

embed from external kumparan