• 0

Luhut Minta Tingkatkan Produksi Amunisi, Pindad Bangun Pabrik Baru

Luhut Minta Tingkatkan Produksi Amunisi, Pindad Bangun Pabrik Baru


Senjata api jenis pistol buatan PT Pindad

Senjata api jenis pistol buatan PT Pindad (Foto: Aria Pradana/kumparan)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, meminta PT Pindad (Persero) untuk meningkatkan kemampuan memproduksi amunisi dan propelan. "Jadi Pak Menko maunya dikurangi impor, jadi kemampuan dalam negeri ditambah," kata Direktur Utama Pindad, Abraham Mose seusai rapat di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (10/7).
Abraham menjelaskan, untuk memenuhi permintaan Luhut, perusahaan BUMN itu harus bisa mandiri dalam produksi amunisi dan propelan (bahan peledak pendorong peluru). Saat ini kebutuhan amunisi dan propelan masih harus dipenuhi dari impor.
"Untuk mandiri di amunisi berarti kita harus menambah kapasitas amunisi kita melalui investasi. Beliau (Luhut) minta segera Pindad memberikan proposal untuk pembangunan penambahan (pabrik) amunisi dan propelan," katanya seperti dikutip dari Antara.
Abraham mengatakan pihaknya diberi waktu dua minggu, untuk menyiapkan proposal kebutuhan investasi untuk pembangunan pabrik baru tersebut. Kendati demikian, ia belum dapat menyebut nilai investasi yang dibutuhkan untuk penambahan fasilitas produksi tersebut.

Kendaraan Militer Produksi PT Pindad

Kendaraan Militer Produksi PT Pindad (Foto: Selfy Momongan/kumparan)
Abraham menjelaskan, saat ini kapasitas produksi amunisi Pindad mencapai sekitar 197 juta butir per tahun. Pada 2019 mendatang diharapkan bisa meningkat hingga 300 juta butir per tahun.
Ada pun produksi propelan diharapkan bisa meningkat menjadi 600-800 ton untuk mendukung produksi amunisi.
"Tadi belum sampai bicara kekurangan dana tapi (diminta) buatlah proposal untuk kapasitas misalnya 200 juta butir per tahun untuk munisi dan proplan bisa sampai 600 hingga 800 ton," tutup Abraham.

BisnisEkonomiPindadSenjata ApiPT Pindad

presentation
500

Baca Lainnya