Kumparan Logo

MRT Targetkan Pendapatan Rp 175 Miliar di 2019

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di tempat salah satu masuk Stasiun MRT. Foto: Elsa Olivi Karina/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di tempat salah satu masuk Stasiun MRT. Foto: Elsa Olivi Karina/kumparan

Sejak beroperasi secara komersial pada Maret 2019 lalu, MRT kini mulai meraup pendapatan lewat penjualan tiket. Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya menargetkan bisa meraup pendapatan Rp 175 miliar hingga akhir tahun ini.

“Pendapatan bagus, ya. Proyeksinya kita akhir tahun on target, targetnya itu penghasilan kita bisa dapat Rp 175 miliar dari tiket, ridership 60-80 ribu diperkirakan," ungkap William di Hotel Le Meredien, Jakarta, Rabu (19/6).

Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Tak hanya dari tiket, pendapatan MRT Jakarta juga bersumber dari penyewaan wilayah ritel di stasiun dan naming right stasiun. Untuk pendapatan non tiket William menargetkan bisa mencapai Rp 94 miliar hingga akhir tahun ini, bahkan bisa lebih.

"Ada juga naming rights kaya yang di stasiun misalnya Lebak Bulus Grab. Target Rp 94 miliar non fairbox, tapi kalau saya hitung kita bisa lebih dari itu lah akhir tahun ini apalagi ada naming rights baru Blok M BCA," ujarnya.

Apalagi saat ini MRT tidak hanya sekadar sebagai moda transportasi di Jakarta. Namun juga telah menjelma menjadi tujuan wisata bagi masyarakat Jakarta bahkan dari luar Jakarta. Menurut William, hal tersebut cukup mengejutkan. Salah satunya melonjaknya penumpang pada musim libur Lebaran lalu.

“Jujur saya sendiri kaget. Justru ramai saat hari libur. Artinya baik ya, kami bisa menghadirkan sebuah moda transportasi baru,” tandasnya.