Pakai Taksi Listrik, Berapa Penghematan Blue Bird?

Tiga puluh unit taksi listrik diluncurkan Blue Bird. Semuanya akan digunakan untuk melayani penumpang mulai Mei 2019. Blue Bird membeli puluhan mobil tersebut dari dua produsen kendaraan listrik dunia, yakni BYD dan Tesla.
Taksi listrik ini diklaim lebih efisien dibanding taksi biasa yang memakai bahan bakar minyak (BBM). Berapa penghematan yang bisa diperoleh Blue Bird?
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengungkapkan bahwa mobil listrik BYD E6 mengonsumsi listrik sekitar 0,3 sampai 0,35 kWh per kilometer (km).
Dengan tarif listrik sebesar Rp 1.467 per kWh, maka biaya bahan bakar taksi listrik Rp 440-513 per kWh. Baterai mobil listrik BYD E6 memiliki kapasitas 75 kWh, cukup untuk jarak tempuh 300 km.
"Untuk BYD E6 baterainya 75 kWh dengan jarak tempuh 300 km per charging. Fuel consumption BYD E6 sekitar 0,3-0,35 kWh per km. Jadi biaya fuel Rp 440-513 per km dengan harga listrik Rp 1.467 per kWh," papar Fabby kepada kumparan, Senin (22/4).
Untuk pembanding, Toyota Vios yang banyak dipakai Blue Bird butuh 1 liter BBM untuk jarak tempuh sekitar 11-13 km. Dengan asumsi taksi menggunakan Premium yang harganya Rp 6.450 per liter, maka biaya bahan bakarnya Rp 496-586 per km.
Selain biaya bahan bakar yang lebih efisien, taksi listrik juga tak perlu ganti oli seperti halnya taksi biasa.
"Mobil listrik itu hemat biaya perawatan," ucap Fabby.
Sebelumnya diberitakan, Blue Bird menyatakan bahwa pengoperasian mobil listrik ini merupakan bentuk dukungan untuk pelestarian lingkungan dengan mengurangi emisi gas buang, mengurangi penggunaan BBM bersubsidi, serta mendukung ketahanan dan bauran energi.
Dengan rencana pengoperasian sebanyak 200 mobil listrik hingga tahun 2020, Blue Bird mengklaim akan menghilangkan 434,095 kg emisi CO2 atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter.
