Penumpang Pelni di Mudik Lebaran 2019 Diprediksi Naik 3,5 Persen

16 Mei 2019 18:30 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pemudik di Pelabuhan Foto: Antara/Moch Asim
zoom-in-whitePerbesar
Pemudik di Pelabuhan Foto: Antara/Moch Asim
ADVERTISEMENT
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memprediksi‎ kenaikan penumpang armadanya pada masa mudik Lebaran 2019 naik 3,5 persen dari semula 604.202 orang menjadi 625.599 orang. Masa mudik Lebaran ditetapkan Pelni selama 30 hari mulai Selasa (21/5).
ADVERTISEMENT
Adapun prediksi penumpang naik itu ‎berdasarkan animo pengguna jasa kapal Pelni pada bulan-bulan biasa di 2019. Jumlah kenaikan rata-rata per bulan mencapai 38 persen dibandingkan tahun 2018 lalu.
"Kenaikan penumpang Lebaran sekitar ‎3,5 persen," ucap Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni, Yahya Kuncoro, dalam konferensi pers di Restoran Bebek Bengil, Jakarta, Kamis (16/5).
‎Dia menjelaskan, ruas kantong penumpang Pelni selama mudik Lebaran terletak pada 3 wilayah pelayanan, yakni wilayah barat untuk ruas Batam - Belawan, Sampit - Semarang, Sampit - Surabaya, Kumai - Semarang, dan Batam - Tanjung Priok.
Pemudik motor menggunakan kapal Pelni. Foto: ANTARA FOTO/R. Rekotomo
Sementara wilayah pelayanan kedua yakni wilayah tengah dengan rute Balikpapan - Surabaya, Makassar - Bima, Tarakan - Parepare, Nunukan - Parepare, Makassar - Labuan Bajo, Baubau - Makassar, Kupang - Lewoleba, Balikpapan - Makassar, Bontang - Awarange, Kupang - Makassar, Makassar - Maumere, dan Ambon - Baubau.
ADVERTISEMENT
Sedangkan wilayah pelayanan ketiga ialah wilayah timur dengan rute Ambon - Bandaneira, Manokwari - Sorong, Jayapura - Biak, Sorong - Manokwari, Manokwari - Biak, Ambon - Tual, dan Biak - Manokwari.
"Pada Lebaran tahun 2019 Pelni menyiapkan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut 33.608 seat per hari. Pelni juga melayani 46 kapal trayek perintis menyingahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 seat per hari," ucapnya.
Dia menambahkan, dominasi pergerakan aru‎s mudik diprediksi dari Kalimantan Port, Sulawesi Port, dan Batam-Belawan. Sementara pada arus balik didominasi dari Jawa Port, terutama dari Surabaya dan Semarang.