PII Tawarkan 22 Proyek Infrastruktur ke Swasta

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII menargetkan dapat menyiapkan 22 proyek infrastruktur dapat didanai swasta melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada tahun depan.
Adapun PII merupakan BUMN di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diberi mandat untuk melakukan penjaminan proyek infrastruktur, baik KPBU maupun non KPBU agar investor tertarik untuk berinvestasi.
“Total ada 22 proyek infrastruktur yang masuk dalam pipeline KPBU oleh PII,” ucap Direktur Keuangan dan Penilaian Proyek PII, Salusra Satria kepada kumparan, Jumat (7/12).
Dari 22 proyek itu, sebanyak 2 proyek masuk dalam tahap guarantee sign, yakni pembangunan jalan lintas timur di Riau, dan Bandara Labuan Bajo. Sementara 4 proyek lain masuk dalam tahap guarantee principal approval, yaitu pengembangan Bandara Hang Nadim, RSUD Pirngadi Medan, SPAM Kapet Kulonprogo, dan TPPAS Legok Nangka Bandung.

Sedangkan 5 proyek lain masuk dalam tahap appraisal, yakni pengembangan RSUD Krian Sidoarjo, Pelabuhan Bau Bau, e-Government Kemensos, SPAM Jatigede Cirebon, dan Lapas Ciangir Tangerang.
Sementara 11 proyek sisanya, yaitu Tol Kamal-Teluknaga-Balaraja, Tol Gede Bage-Tasikmalaya-Cilacap, SPAM Karian Serpong, pengerjaan LRT di Cibubur, preservasi jalan lintas barat Sumatera, electronic toll collection, Bandara Singkawang, Kawasan Teluk Bintuni, proving ground Bekasi, Bandara Tarakan, dan RSUD Zainal Abidin Aceh.
“Jumlah proyek yang diproses diupayakan selaras dengan target proyek signing, yaitu mencapai 41 proyek di akhir 2022,” tegasnya.
Hingga akhir November 2018, PII sudah berhasil melakukan penjaminan terhadap 17 proyek infrastruktur agar didanai swasta, mulai dari Tol Jakarta-Cikampek II Elevated senilai Rp 16,2 triliun, hingga Tol Batang-Semarang senilai Rp 11 triliun.
