Pencarian populer

Prabowo Bilang Anggaran Bocor Rp 1.000 T, Versi KPK Rp 2.000 T

Capres no urut 02, Prabowo Subianto memberikan sambutan saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, (7/4). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Calon Presiden RI nomor urut 02 Prabowo Subianto kerap menyinggung anggaran negara bocor. Angka yang dilontarkan pun tak sedikit, yakni Rp 1.000 triliun.

Banyak pihak yang meragukan ucapannya, termasuk pemerintah yang berkuasa saat ini. Tapi, tuduhan Prabowo ternyata secara tidak langsung dibenarkan KPK yang belum lama ini menyebut ada kebocoran anggaran pendapatan Rp 2.000 triliun, 2 kali lipat lebih besar dari yang disebut Prabowo.

Berikut kumparan rangkum ihwal dugaan kebocoran anggaran versi Prabowo dan KPK:

1. Prabowo Sebut Anggaran Negara Bocor Rp 1.000 T Sejak Pilpres 2014

Ucapan Prabowo yang menyebut anggaran negara bocor Rp 1.000 triliun ternyata bukan hal baru. Dia pernah melontarkan ini dalam debat capres bertema pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial, di Jakarta, pada 15 Juni 2014.

Kala itu, dia berjanji jika terpilih sebagai presiden, dirinya akan menutup kebocoran APBN yang setiap tahun mencapai Rp 1.000 triliun.

2. Banyak yang Meragukan Ucapan Prabowo

Isu tentang kebocoran anggaran APBN Rp 1.000 triliun kembali dibawa Prabowo dalam pencalonan Pilpres 2019. Bahkan, dia pernah menyebut pada APBN 2018, juga bocor 25 persen atau Rp 500 triliun.

Ucapan Prabowo di hadapan publik tentang kebocoran anggaran ini banyak dibantah, terutama dari pemerintahan saat ini. Presiden Joko Widodo menyebut jika Prabowo jangan asal bicara dan membuat masyarakat resah.

"Kalau memang bocor sampai 25 persen laporin aja ke KPK, duit gede banget itu. Dulu 2014 coba diingat ingat, 2014 katanya bocor Rp 7.200 triliun, sekarang itu bocornya kalau 25 persen itu berarti Rp 500 triliun. Duitnya gede banget Rp 500 triliun. Laporin ke KPK dengana bawa bukti-bukti dan bawa fakta fakta. Jangan asal (gerakan menunjuk mulut)," kata Jokowi beberapa waktu lalu.

Beberapa menteri Jokowi dan pengamat juga meragukan tuduhan Prabowo. Prabowo diminta untuk membeberkan data yang detail dan melaporkannya pada KPK jika memang benar terjadi kebocoran anggaran.

3. KPK Sebut Pendapatan Negara Bocor Rp 2.000 Triliun

Belum lama ini, KPK menyebut adanya kebocoran pendapatan negara yang jumlahnya hampir Rp 2.000 triliun. Kebocoran ini membuat pendapatan negara hingga saat ini masih belum maksimal.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengungkapkan, angka itu didapat dari hasil penghitungan yang dilakukan Litbang KPK. Namun, ia tidak menjelaskan lebih detail mengenai hal tersebut.

"Perhitungan Litbang KPK, harusnya bisa terima Rp 4.000 triliun, tapi kenyataannya APBN kita Rp 2.000 triliun sekian, jadi hampir separuh, lebih mungkin. Kalau kita maksimal dan benar tidak ada kebocoran, maka Rp 4.000 triliun bisa dicapai," ujar Basaria.

4. Prabowo Senang Ucapannya tentang Kebocoran Anggaran Dibenarkan KPK

Data yang disampaikan KPK tentang adanya kebocoran anggaran disambut oleh Prabowo. Kata dia, jika dulu dirinya diejek banyak orang karena tuduhannya tak berdasar, kini KPK menyebut kebocoran anggaran memang terjadi dalam struktur keuangan negara.

"Kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Waktu itu saya menghitung saya diejek, minimal Rp 1.000 triliun, bukan dibantah, bukan disanggah. Diejek. Ada sebagian elite kerjanya menghina dan mengejek," kata Prabowo di Balai Kartini, Jakarta.

Bahkan, Prabowo senang hitungan KPK dua kali lipat dari kebocoran anggaran yang disebutnya.

"Saya bersyukur Alhamdulillah dua hari lalu kalau tidak salah, salah satu pimpinan KPK (mengatakan) kebocoran yang dihitung KPK Rp 2.000 triliun. Bahkan, ada menteri-menteri pemerintahan sendiri yang mengatakan lost kita di sektor-sektor tertentu bahkan lebih dari itu. Jadi, akhirnya, yang benar siapa?" ucapnya.

5. Kebocoran Anggaran APBN 2018 Versi Prabowo Dibenarkan JK dan Mendagri

Dalam APBN 2018, Prabowo menyebut ada kebocoran anggaran Rp 500 triliun atau 25 persen dari anggaran. Meski hal ini dibantah Jokowi karena Prabowo tak membeberkan data secara detail, ternyata tuduhan ini dibenarkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) karena dikorupsi sebagaimana pernyataan Prabowo, namun menurut JK angkanya tidak sampai 25 persen.

"Ya tentu (bocor). Kalau tidak bocor, kenapa banyak aparat pemerintah yang ditangkap. Pasti bocor, tapi tidak berlebihan seperti itu," kata JK.

JK bicara berbeda dengan Jokowi yang menyebut 'kalau tidak ada yang benar, pasti sudah ditangkap yang namanya KPK'. Menurut JK, faktanya memang banyak pejabat ditangkap KPK.

Kebocoran anggaran juga dibenarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Sama seperti JK, Tjahjo mengamini ada kebocoran tapi nilainya tidak sampai 25 persen.

“Saya kira soal anggaran bocor ada di mana-mana ya, tapi tidak mungkin kalau sampai sebesar itu (25 persen),” ucapnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.34