Kumparan Logo

Target Tol yang Beroperasi di 2019 895 Km, Realisasi Baru 15 Persen

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pekerja menguruk tepi jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono yang sebelumnya terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun. Foto: Antara/Siswowidodo
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pekerja menguruk tepi jalan tol Trans Jawa ruas Ngawi-Kertosono yang sebelumnya terendam banjir di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun. Foto: Antara/Siswowidodo

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan, tol yang dioperasikan pada tahun ini sepanjang 895 kilometer. Sejak 2015-2018, tol yang telah dioperasikan memiliki panjang 782 km.

Hingga akhir Maret 2019, realisasi tol yang dioperasikan baru 136,26 kilometer atau sekitar 15 persen dari target. Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla ingin selama 2015-2019, tol yang dioperasikan sepanjang 1.677 km.

Adapun tol pertama yang dioperasikan di tahun 2019 adalah Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 127 km. Pada pengoperasian yang dilakukan Maret 2019 itu, Jokowi meresmikan langsung.

Sebenarnya ruas tol itu memiliki total panjang 140,9 km, namun ruas Pelabuhan Bakauheni-Bakauheni sepanjang 8,9 km dan ruas Lematang-Kotabaru sepanjang 5 km telah diresmikan Januari 2018.

Jalan Tol Bocimi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sedangkan tol kedua yang beroperasi di 2019 ialah Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) seksi VII Sei Rampah-Tebing Tinggi sepanjang 9,26 km. Tanpa diresmikan Jokowi, tol itu mulai dioperasikan awal pekan ini.

Dengan beroperasikan ruas tol ini, maka Tol MKTT sepanjang 61,7 km telah beroperasi sepenuhnya. Pengguna tol dapat mempersingkat waktu tempuh Medan-Tebing Tinggi dari semula hingga 3 jam menjadi 1 jam.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Danang Parikesit, memastikan hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) pada April 2019 nanti, tak ada ruas tol lain yang akan dioperasikan. Pengoperasian tol lain baru dilakukan seusai Pilpres.

"Karena memang belum ada yang ready,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pihaknya ingin memastikan seluruh ruas tol yang diresmikan Presiden memang sudah laik beroperasi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat juga betul-betul aman melintasi tol.

"Seperti Pasuruan-Probolinggo, kan kami cek lagi untuk laik operasinya, itu kan tim gabungan. Jadi semua yang diresmikan Presiden yang sudah betul-betul laik operasi," kata Danang.