Tips Kelola Keuangan bagi Milenial yang Baru Bekerja

Dalam mengatur keuangan, setiap orang memiliki cara masing-masing tergantung kebutuhannya. Hal yang sama juga terjadi pada generasi milenial yang memiliki perilaku beragam terutama dalam mengatur keuangannya dibanding generasi X dan baby boomers.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finnance (INDEF), Bhima Yudshitira, menjelaskan pada awal bekerja biasanya milenial memilih untuk sewa tempat tinggal bukan mengambil KPR.
"Kemudian ada pergeseran dari memiliki kendaraan pribadi menjadi transportasi publik atau menggunakan jasa transportasi online khususnya di perkotaan. Sisanya selain untuk keperluan rutin, habis buat traveling dan nongkrong di kafe," ucapnya kepada kumparan, Senin (29/10).

Bhima menambahkan hasil survey Airbnb membuktikan bahwa 70 persen milenial memilih waktu lebih banyak untuk jalan-jalan. Artinya, saat ini milenial cenderung menyukai traveling dibandingkan punya rumah dan mobil. Oleh karenanya Bhima menekankan agar milenial juga bijak dalam mengalokasikan uangnya untuk berinvestasi jangka panjang.
"Paling tidak sisihkan 20 persen-30 persen penghasilan per bulan untuk membeli aset yang menguntungkan," lanjutnya.
Selain itu, milenial perlu memprioritaskan investasi untuk portofolio yang beragam. Setidaknya ada lebih dari satu instrumen investasi yang sisarankan..
"50 persen masukan uang ke reksa dana atau saham, 30 persen bisa membeli Surat Berharga Negara (SBN) ritel yang harganya cuma Rp 1 jutaan. Sedangkan 20 persen dialokasikan ke investasi di aset yang relatif aman misalnya emas," tandasnya.
