kumparan
6 Des 2018 15:20 WIB

Unggah Struk Belanja Kamu, Startup Ini Kasih Cashback Lho

Co Founder Snapchart Teresa Condicion. (Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan)
Dunia konsumer saat ini berkembang sangat dinamis. Berbagai merek terutama Fast Moving Consumer Goods (FMCG), terus menciptakan produk-produk baru untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat. Persaingan antar merek pun makin ketat. Merek-merek ini mau tak mau harus jeli dalam melihat perilaku konsumen demi mendapatkan strategi pemasaran yang tepat.
ADVERTISEMENT
Untuk memenuhi kebutuhan produsen akan data aktual tentang perilaku konsumen, kini hadir sebuah startup bernama Snapchart. Cara kerja Snapchart seolah terlihat sederhana. Masyarakat cukup mengunduh aplikasi Snapchart di ponsel pintar mereka, selanjutnya memfoto struk pembelian FMGC dari ritel mana pun, kemudian mengunggah foto tersebut ke aplikasi Snapcart. Secara instan, konsumen tersebut bakal mendapat cashback atau pengembalian uang.
Namun ternyata di balik kegiatan menghadiahi konsumen yang mengunggah foto struk pembelian, ada kegiatan bisnis yang besar dan kompleks.
Co-Founder Snapchart Teresa Condicion menjelaskan, sejatinya Snapchart merupakan sebuah startup jaringan big data berbasiskan pembelian. Foto struk pembayaran yang dikirimkan oleh para konsumen adalah cara yang digunakan Snapchart untuk mengumpulkan informasi perilaku konsumen. Informasi tersebut akan dikirimkan ke produsen, dan sebagai hadiahnya produsen memberikan cashback atau uang tambahan.
ADVERTISEMENT
“Jadi dari sisi konsumen, mereka akan senang karena dapat berbelanja lebih irit. Tapi dari sisi produsen, data-data tersebut sangat berguna. Para produsen bisa melihat perilaku konsumennya,” ungkap Teresa kepada kumparan pada Wild Digital Indonesia Conference, Kamis (6/12).
com-Shopping (Foto: Thinkstock)
Artinya, Snapchart membantu memberikan real time analytics mengenai periaku konsumen yang menggunakan merek-merek tertentu. Misalnya, produsen bisa mengetahui data jumlah konsumen yang membeli produk mereka, seberapa besar konsumen yang membeli produk saat ada diskon bahkan hingga seberapa besar konsumen yang beralih ke produk lain.
“Jadi ini win-win solution untuk konsumen dan produsen. Bahkan sekarang Snapchart sudah menyediakan cashback tidak hanya transfer bank tapi juga ke e-wallet,” ujarnya.
Menurut Teresa, saat ini Snapchart baru tersedia untuk membaca struk belanja dari ritel-ritel besar dan beberapa toko offline untuk kosmetik. Namun ke depan, Teresa mengatakan, pihaknya tengah mengkaji hal yang sama untuk kategori restoran.
ADVERTISEMENT
“Iya saat ini baru untuk ritel. Kalau restoran, belum. Belum ya, kami akan segera mengarah ke sana,” tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan