kumparan
19 Feb 2019 10:35 WIB

Untung Rugi Bali United Melantai di Bursa

Bali United. Foto: Instagram @baliunitedfc
Salah satu klub sepak bola nasional, Bali United, dikabarkan bakal mencari pendanaan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menjajaki skema penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).
ADVERTISEMENT
Rencananya klub yang diperkuat Irfan Bachdim dan Stefano Lilipaly itu akan melakukan IPO pada tahun ini. Jika rencana tersebut terwujud, maka klub yang bermarkas di Gianyar, Bali ini akan jadi klub sepak bola pertama yang masuk ke pasar modal.
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi membenarkan bahwa minggu lalu Bali United telah menyampaikan berkas awal ke direksi Bursa. Inarno pun mengapresiasi langkah Bali United untuk mencari pendanaan lewat pasar modal.
“Kalau enggak salah per minggu lalu suratnya sudah ada ke kami, mungkin itu memang dalam proses,” ungkap Inarno di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (18/2).
Inarno tidak menampik bahwa selama ini melantai di bursa hanya sebatas wacana bagi klub sepak bola. Sebab skema pendanaan tersebut belum lazim dilakukan. “Karena belum terbiasa aja. Sepak bola kok go public,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Wacana IPO klub sepak bola tanah air memang bukan isu baru. Sebelumnya Persib Bandung juga pernah dikabarkan bakal IPO. Sayangnya kabar tersebut berakhir sebagai wacana. Kini, selain Bali United, Persija Jakarta juga diisukan bakal masuk ke pasar modal.
Inarno menjelaskan, sejatinya skema IPO bisa menjadi langkah yang bagus bagi klub sepak bola. Tren tersebut sudah diterapkan oleh klub selak bola dunia sekelas Manchester United yang memutuskan menjadi perusahaan publik. Apalagi klub sepak bola dikenal memiliki basis fans yang besar dan loyal. Hal ini bisa dimanfaatkan klub untuk melibatkan para fans membeli sahamnya.
Selama ini klub sepak bola selalu urung untuk IPO karena Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang berlaku, masih mengakui pemain sepak bola sebagai beban atau pengeluaran. Perhitungan untuk aset nonfisik seperti pemain, basis fans, hingga brand, dinilai belum cukup jelas. Artinya isu penghitungan aset masih jadi kendalanya.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan, saat ini PSAK telah mengakomodasi untuk pencatatan Intangible Asset (asset tak berwujud). “PSAK kita sudah konvergensi juga dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) sehingga tidak ada isu terkait standar akuntansinya,” tegas Nyoman.
Secata terpisah, Analis First Asia Capital David Sutyanto juga menyatakan, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan klub sepak bola jika melantai di bursa. Pertama, tentunya klub bisa mendapatkan dana segar. “Jadi akses ke pasar modal tidak terbatas bisa dalam bentuk obligasi dan sebagainya," ujarnya.
Keuntungan lainnya yang didapat adalah kredibilitas klub akan naik, nilai jual klub juga naik dan tentunya bisa promosi gratis untuk meningkatkan pamor klub. Inilah sederet keuntungan yang didapat klub sepak bola bila mereka rela melepaskan saham kepemilikan ke publik.
ADVERTISEMENT
"Tetapi keuntungannya ya bisa dapat uang. Kemudian value (nilai) akan naik. Lalu klub yang sudah IPO dan berencana menjual ke investor luar negeri itu lebih menarik dibandingkan klub yang belum IPO," tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan