Kumparan Logo

Ajax di Liga Champions Musim Ini: Mengulang dan Menciptakan Sejarah

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pemain Ajax Amsterdam merayakan kemenangan atas Juventus. Foto: REUTERS/Alberto Lingria
zoom-in-whitePerbesar
Para pemain Ajax Amsterdam merayakan kemenangan atas Juventus. Foto: REUTERS/Alberto Lingria

Marc Overmars dan Edwin Van der Sar senang bukan kepalang. Kebahagiaan itu muncul karena Ajax Amsterdam meraih kemenangan 2-1 atas Juventus di Allianz Stadium, Rabu (17/4/2019). Hasil itu membuat Ajax unggul 3-2 atas Juventus secara agregat dan melangkah ke semfinal Liga Champions.

Kebahagiaan Overmars dan Van der Sar kian berlipat ganda, karena musim 1996/97 merupakan kali terakhir Ajax menjejak semifinal Liga Champions. Kala itu, baik Overmars dan Van der Sar masih aktif menjadi pemain dan memperkuat de Godenzonen.

Maka, dengan endorfin yang tengah meletup-letup Overmars dan Van der Sar berjalan menuju tribune suporter Ajax setelah kemenangan 2-1 atas Juventus diraih. Walau memiliki tujuan yang sama, keduanya memilih cara yang berbeda untuk merayakan momen terulangnya sejarah ini.

Van der Sar, yang kini menjadi CEO Ajax, bertepuk tangan dan berteriak bersama fans Ajax. Sementara, Overmars, yang telah menjadi Direktur Sepak bola Ajax sejak 2012, melepas jaketnya sebelum berselancar dengan menggunakan dadanya tanpa peduli kemeja putih yang dia kenakan.

X post embed

Untuk sampai ke tahap ini, Ajax perlu melewati jalan berliku. Akan tetapi, dengan semangat juang skuat dengan rata-rata usia 24,1 tahun dan kepiawaian pelatih Erik ten Hag meracik taktik, Ajax pada akhirnya bisa menciptakan sejarah. Mereka menjadi tim pertama yang bisa lolos ke babak semifinal setelah melewati tiga fase Liga Champions.

Kisah Ajax di Liga Champions musim ini bermula dari laga melawan SK Sturm Graz pada 26 Juli dan 2 Agustus 2018 dalam laga kualifikasi kedua. Adapun, Graz merupakan salah satu raksasa di Bundesliga Austria. Laga itu berakhir dengan kemenangan Ajax dengan total skor 5-1.

Kemudian Ajax harus melakoni dua pertandingan dalam laga kualifikasi ketiga melawan Standard Liege di bulan Agustus. Di akhir cerita, Ajax menang 5-2 secara agregat. Setelahnya, baru Ajax mengalahkan Dynamo Kiev dalam dua laga dengan skor total 3-1 untuk mengamankan tiket ke babak grup Liga Champions.

Setelahnya, semua berjalan mulus bagi Ajax. Bergabung di Grup E bersama tim seperti Bayern Muenchen, Benfica dan AEK Athens, Ajax meraih tiga kemenangan dan tiga hasil imbang. Mereka pun menjadi runner-up, dan kandaskan Real Madrid -- si juara Liga Champions 13 kali itu -- di babak 16 Liga Champions.

Para pemain Ajax Amsterdam merayakan kemenangan atas Juventus bersama fans. Foto: REUTERS/Alberto Lingria

Kegemilangan Ajax melangkah ke semifinal Liga Champions membuat Erik ten Hag berharap. Pelatih Ajax sejak 2017 itu ingin terus berjuang di babak selanjutnya, supaya sepak bola Belanda bisa bergairah kembali. Apalagi, Timnas Belanda masih berjuang untuk bangkit dari kegagalan pasca Piala Dunia 2014.

“Kami ini dari Belanda, negara yang kecil di sepak bola. Dalam beberapa tahun terakhir, ada banyak hal yang tak diinginkan terjadi di sepak bola negeri kami. Walau begitu, ada begitu banyak talenta besar bermunculan. Saya yakin, Belanda akan makin membaik setelah ini,” tutur Ten Hag, sebagaimana dilansir Football Italia.