Pencarian populer

Akhirnya Inggris Patahkan Kutukan Adu Penalti di Piala Dunia

Inggris vs Kolombia (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)

Kemenangan atas Kolombia di babak 16 besar Piala Dunia 2018, Rabu (4/7/2018) dini hari WIB, bukanlah kemenangan biasa untuk Inggris. Hasil ini melepaskan kutukan adu penalti yang kerap menghinggapi The Three Lions.

Sudah sepatutnya suporter Inggris waswas ketika wasit Mark Geiger meniupkan peluit tanda berakhirnya babak extra time. Itu berarti kedua tim harus melakoni drama adu penalti untuk menentukan siapa sang pemenang.

Sebelum adu penalti dimulai, sejarah tidak berpihak kepada Inggris. Tiga kali mereka melalui skenario serupa di pertandingan fase gugur Piala Dunia. Semua berujung kegagalan.

Kegagalan pertama hadir pada semifinal Piala Dunia 1990. Dua eksekutor pamungkas Inggris, Stuart Pearce dan Christopher Roland Waddle, tak mampu menunaikan tugasnya sehingga mereka tersingkir oleh Jerman Barat.

Stori serupa terulang di babak 16 besar Piala Dunia 1998, ketika Inggris bersua Argentina. Kegagalan Paul Ince dan David Batty membuat langkah The Three Lions terhenti.

Pun demikian pada Piala Dunia 2006. Kali ini, Inggris dihentikan Portugal di babak perempat final. Tersingkirnya Inggris kian disorot karena tiga nama besar gagal menuntaskan tugasnya: Frank Lampard, Steven Gerrard, dan Jamie Carragher.

Inggris vs Kolombia (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)

Bayang-bayang akan kutukan adu penalti semakin kuat setelah tendangan Jordan Henderson digagalkan oleh kiper Kolombia, David Ospina. Namun, ketakutan mulai sirna saat tembakan Mateus Uribe membentur mistar Inggris.

Adalah Jordan Pickford dan Erik Dier yang menjadi aktor Inggris dalam mematahkan kutukan adu penalti. Pickford mampu mementahkan bola dari eksekutor pamungkas Kolombia, Carlos Bacca. Kemudian, Dier menaklukkan Ospina untuk memastikan kemenangan Inggris.

Bagi Pickford, kesuksesannya melahirkan catatan tersendiri. Dia menjadi kiper Inggris pertama yang sukses mementahkan eksekusi dalam adu penalti di Piala Dunia setelah David Seaman pada 1998.

Inggris vs Kolombia (Foto: Kai Pfaffenbach/Reuters)

Tak cuma Pickford dan Dier, Gareth Southgate juga pantas mendapatkan kredit khusus. Dia mengambil keputusan tepat dengan memasukkan Marcus Rashford dan Dier sebagai pengganti. Keduanya sukses melakukan tugas eksekusi di babak adu penalti.

Bicara soal Southgate, kesuksesan kali ini juga memperbaiki citranya dalam sejarah adu penalti Inggris di turnamen besar. Sebab, dia sempat gagal sebagai eksekutor pamungkas saat Inggris dikalahkan Jerman pada semifinal Piala Eropa 1996.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: