Pencarian populer

Badai itu Sudah Berlalu bagi Robert Lewandowski

Selebrasi Robert Lewandowski usai mencetak gol ke gawang Eintracht Frankfurt pada laga Piala Super Jerman. (Foto: Reuters/Ralph Orlowski)

Eintracht Frankfurt punya dua arti berbeda bagi Robert Lewandowski. Ada suatu masa ketika Eintracht membuat dirinya begitu merana. Namun, itu semua sudah lewat. Sekarang, Lewandowski sudah kembali berbahagia dan kebahagiaan itu diraih lewat tiga gol ke gawang Eintracht pada laga Piala Super Jerman, Senin (13/8/2018) pekan lalu.

Musim 2017/18 tidak diakhiri Lewandowski dengan manis. Di akhir-akhir musim, penyerang asal Polandia itu kerap 'menghilang', khususnya di laga-laga krusial seperti semifinal Liga Champions dan final DFB Pokal. Pada dua pertandingan itu, Lewandowski gagal mencetak gol dan Bayern Muenchen pun akhirnya harus jadi pesakitan.

Adalah hal biasa sebenarnya ketika ada seorang pemain yang tampil buruk. Namun, dalam kasus Lewandowski, ada masalah lain. Mantan penyerang Borussia Dortmund itu merasa bahwa dirinya selalu jadi kambing hitam atas kegagalan-kegagalan Bayern. Itulah mengapa, setelah musim 2017/18 berakhir dia sempat mengajukan permintaan transfer.

"Ketika segalanya berjalan lancar, tak ada yang ingat kepadaku. Tetapi, ketika ada yang salah, Lewandowski-lah yang dikambinghitamkan," tuturnya kepada Sport Bild. "Itulah yang kurasakan akhir musim lalu. Pada April dan Mei, hampir semua orang menyerangku. Aku merasa sendirian di situasi itu dan tidak mendapat perlindungan apa pun dari pihak klub."

"Itu betul-betul bikin aku kecewa. Aku jadi sasaran tembak karena gagal mencetak gol di dua atau tiga pertandingan penting. Tiba-tiba saja, semua orang merundung Lewandowski. Rasanya waktu itu tak ada seorang pun berdiri di belakangku, tak ada satu pun dari bos-bos itu yang mendukungku," lanjutnya.

Lewandowski kemudian membeberkan bahwa dia memang meminta kepada agennya, Pini Zahavi, untuk mengupayakan kepindahan dari Muenchen. Akan tetapi, kata Lewandowski lagi, langkah itu tidak berhasil.

"Aku merasa seperti orang yang baru semusim berada di Bayern dan tidak mendapatkan apresiasi sedikit pun. Itu kenapa aku ingin pindah. Itu adalah suatu titik di mana aku berpikir, 'Ya, kalau orang-orang di sini punya masalah denganku dan berpikir aku tidak cukup bagus, untuk apa aku bertahan?' Sebelum Piala Dunia, situasinya benar-benar sulit. Aku bahkan sempat berpikir menerima tawaran klub lain," papar pria 30 tahun tersebut.

Robert Lewandowski pada pertandingan DFB Pokal menghadapi SV Drochtersen/Assel. (Foto: Reuters/Wolfgang Rattay)

Masa-masa sulit itu kini sudah lewat dan ketajaman Lewandowski di depan gawang lawan sudah kembali. Salah satu alasan di balik cemerlangnya performa sang bomber adalah keberadaan Niko Kovac di kursi pelatih. Menariknya, Kovac adalah pelatih Eintracht musim lalu, yang artinya, pria asal Kroasia itu secara tidak langsung jadi penyebab ketidakbetahan Lewandowski di Allianz Arena.

"Aku dan Kovac sudah berbicara panjang lebar dan hasilnya bagus. Klub tidak akan menjualku dan bakal berusaha sekuat tenaga mempertahankanku. Di situlah aku lantas berkata, 'Aku akan memberikan segalanya lagi kepada klub ini'," ujar kapten Tim Nasional Polandia tersebut.

"Usiaku sekarang sudah 30. Aku tahu sepenting apa diriku bagi klub ini dan aku masih punya sisa kontrak tiga musim. Aku tidak akan mogok bermain atau bertengkar dengan pihak klub. Aku tidak akan lagi berpikir bakal pindah ke luar negeri. Ya, aku memang sempat punya masalah. Akan tetapi, sekarang jantngku sudah berdenyut lagi untuk Bayern," tutup Lewandowski.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.32