kumparan
29 Okt 2018 6:05 WIB

Bos Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, Meninggal Dunia

Pemilik Leicester City, Vichai Srivaddhanaprabha, bersama trofi Premier League. (Foto: Reuters/Jorge Silva)
Leicester City, lewat pernyataan resmi yang dirilis Senin (29/10/2018) pagi WIB, mengumumkan bahwa pemilik mereka, Vichai Srivaddhanaprabha, meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter yang terjadi di dekat King Power Stadium, Sabtu (27/10) malam WIB.
ADVERTISEMENT
"Dengan penuh penyesalan dan hati yang terluka, kami mengonfirmasi bahwa chairman kami, Vichai Srivaddhanaprabha, merupakan salah satu dari mereka yang secara tragis kehilangan nyawa pada Sabtu malam ketika helikopter yang membawanya beserta empat orang lain jatuh di luar King Power Stadium. Dari lima orang yang berada di helikopter, tak ada satu pun yang selamat," tulis Leicester City.
"Di masa-masa sulit ini, semua orang di klub mencurahkan pikirannya untuk keluarga Srivaddhanaprabha dan keluarga semua orang yang berada di helikopter."
"Dalam diri Khun Vichai, dunia telah kehilangan seorang manusia hebat. Seorang manusia yang baik hati, dermawan, dan seseorang yang hidupnya didefinisikan dengan rasa cinta terhadap keluarga serta semua orang yang dia pimpin. Leicester City adalah sebuah keluarga di bawah kepemimpinannya. Sebagai sebuah keluarga pula kami akan berkabung dan menjaga visinya untuk klub yang kini sudah menjadi warisannya."
ADVERTISEMENT
"Sebuah buku duka cita, yang akan kami bagi bersama dengan keluarga Srivaddhanaprabha, akan dibuka di King Power Stadium pada Selasa 30 Oktober untuk semua suporter yang ingin memberikan penghormatan terakhir."
"Suporter yang tidak bisa mengunjungi King Power Stadium tetapi ingin meninggalkan pesan bisa melakukannya lewat buku duka cita daring yang akan kami sediakan lewat lcfc.com."
"Pertandingan tim senior menghadapi Southampton di Piala Liga dan pertandingan Development Squad menghadapi Feyenoord di Premier League International Cup telah resmi ditunda."
"Semua orang di klub ini merasa tersentuh dengan respons luar biasa dari dunia sepak bola. Segala pesan dukungan dan solidaritas benar-benar kami apresiasi di masa-masa sulit ini," tutup pernyataan tersebut.
Vichai mengakuisi Leicester City pada 2010 dan menjadi pemilik tersukses dalam sejarah klub. Pria asal Thailand itu melunasi semua utang klub, membeli King Power Stadium dari tangan perusahaan Amerika Serikat pada 2013, dan mengantarkan The Foxes menjadi juara Premier League musim 2015/16 -- satu-satunya gelar liga level tertinggi yang pernah didapatkan klub Midlands tersebut.
ADVERTISEMENT
Selain di sepak bola, Vichai juga semasa hidupnya dikenal aktif dalam kegiatan-kegiatan amal. Setidaknya, ada uang senilai 3 juta poundsterling yang pernah dia sumbangkan untuk Rumah Sakit Anak-anak Leicester dan universitas setempat.
Wafatnya Vichai ini mengundang ungkapan duka cita dari berbagai pihak, mulai dari pemain Leicester City sampai klub-klub dari luar negeri. Harry Maguire, misalnya, menyebutkan bahwa Vichai adalah sosok yang begitu berjasa dalam memberinya dukungan, terutama saat dirinya berlaga di Piala Dunia. Sementara, beberapa klub yang sudah memberikan ungkapan belasungkawa adalah Internazionale, FC Porto, serta Atletico Madrid.
Vichai meninggal dunia di usia 60 tahun. Selain Leicester City dan klub Belgia, OH Leuven, pria kelahiran Bangkok tersebut juga meninggalkan perusahaan ritel raksasa King Power, satu istri, dan empat orang anak.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan